ilustrasi | Net

Kabupaten, Wartatasik.com – Sekitar 5.000 guru SD, Pengawas dan Kepala Sekolah jenjang SD SMP di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kab. Tasikmalaya akan menerima tunjangan sertifikasi yang diperkirakan cair akhir bulan ini.

Tapi, ada sinyalemen tak sedap menerpa kabar baik tersebut, pasalnya menurut salah seorang sumber mengatakan bahwa ada dana yang diduga dihimpun dari penerima sertifikasi dengan alasan untuk oknum yang mengelola atau mengurus sertifikasi.

“Itu sebagai uang “kadeudeuh” kepada yang mengurus berkas pengajuan sertifikasi, apalagi di UPT pengelolanya banyak yang honorer,“ ungkap sumber kepada wartatasik.com yang minta namanya dirahasiakan.

Saat diminta klarifikasinya, Dedi Kepala Bidang (Kabid) Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Disdikbud Kab Tasikmalaya membantah tudingan tersebut, bahkan dirinya tak tahu menahu soal himpunan dana dari penerima tunjangan sertifikasi.

Kasi Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) SD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab Tasikmalaya, Sutardi Iskandar M.Si, | dok Wartatasik.com

Sebab, terang Dedi, selama ini pihaknya tidak pernah mengkondisikan itu (uang himpunan sertifikasi,red) apalagi sampai menerimanya.

“Saya tak mengtahui tentang itu, akan kami telusuri informasi itu. Kalau ada yang mengatasnamakan untuk ke Dinas, tolong laporkan ke kami,“ tegas Dedi saat ditemui di aula lama Dikbud Jln. Siliwangi, Kamis (18/04 2019).

Adapun terang Dedi, sampai hari ini proses tunjangan sertifikasi memang masih dalam pemberkasan untuk pencairan periode pertama tahun 2019 yaitu bulan Januari, Februari dan Maret.

Sementara itu menurut Kasi GTK SD Disdikbud Kab. Tasikmalaya Sutardi Iskandar M.Si membenarkan bahwa tunjangan sertifikasi guru tahun ini sedang dalam pemberkasan dan diharapkan bisa rampung akhir bulan ini.

Namun disinggung soal himpunan aliran dana sertifikasi untuk Dinas ia langsung membantah, “Dari siapa dan ke siapa memberinya karena saya tidak tahu,“ tandasnya. (Redi/Sur).