Ilustrasi | Net

Kab, Wartatasik.com – Pelaksanaan Pemilu serentak tahun 2019 menguras tenaga dan pikiran. Para petugas KPPS pun harus ekstra stamnia, pasalnya prosesi penghitungan suara mulai dari Pilpres, DPR RI, DPD RI, DPRD Provinsi dan Pileg kota/Kab membuat pelaksana pemilu ini harus begadang full 24 jam.

Itupun hingga pagi hari masih ada KPPS yang belum usai melaksanakan penghitungan suara.

Namun ironis, disaat euforia pemilu 2019 ini heboh, ada kejadian memilukan, karena ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) TPS 11, Supriyanto (54) di Kp. Ciburaleng, Desa Cidugaleun, Kecamatan Cigalontang, Kabupaten Tasikmalaya, meninggal dunia seusai pelaksanaan penghitungan suara yang diduga kelelahan setelah lebih dari 12 jam bertugas, Kamis 18 April 2019.

Menurut keterangan Kapolsek Cigalontang, AKP Tudiman, mengatakan, sebelumnya almarhum sempat pingsan lalu dibawa ke puskesmas setempat dan mendapat perawatan. Namun almarhum tak bisa bertahan dan meninggal sekitar pukul 14.00 Wib.

Dikatakan Tudiman, saat proses penghitungan suara berlangsung, Supriyanto mengeluh sesak dan tak lama jatuh pingsan.

“Almarhum kata keluarganya memang memiliki riwayat penyakit asma. Saat penghitungan masih berlangsung, almarhum tiba-tiba pingsan. Pertolongan pertama tak membawa hasil, langsung dilarikan ke puskesmas. Tapi siangnya meninggal,” kata Tudiman.

Setelah mendengar kabar tersebut, Pihak Polsek Cigalontang lantas langsung menuju lokasi dan melakukan identifikasi. Adapun hasil visum diketahui tidak ada tanda-tanda kekerasan dan penyebab meninggalnya korban diduga akibat kelelahan.

“Jenazah almarhum langsung diserahkan kepada keluarga di Kampung/Desa Cidugaleun untuk dikebumikan,” ujar Kapolsek.

Sementara itu, Ketua KPU Kabupaten Tasikmalaya, Zamzam Jamaludin, menyatakan ikut berbela sungkawa.

“Dalam waktu dekat kami akan melayat ke rumah duka. Mudah-mudahan pihak keluarga diberi kekuatan dan kesabaran,” tandasnya. Tribun| wartatasik.com