Massa yang mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Tasik Pro NKRI saat berdemo | Redi

Kota, Wartatasik.com Musim politik memang selalu panas, setiap kegiatan apapun yang bersifat pergerakan akan menjadi pro dan kontra. Begitu juga dengan Kongres Mujahidin 1000 Ulama yang dihadiri ribuan ulama se-Indonesia itu kini disoal oleh sejumlah masyarakat Tasikmalaya yang diwakili Aliansi Masyarakat Tasik Pro NKRI.

Bertadjuk “Mudzakarah Tanpa Politik”, massa menggelar aksi. Pengunjuk rasa ini menuding, acara Mudzakarah Majelis Mujahidin tidak konsisten dengan tujuan agendanya.

Aris Romdoni dalam orasinya menuntut pihak Polres Kota dan Kapolda Jabar segera membubarkan acara Mudzakarah, pasalnya acara tersebut penuh dengan aroma politik 2019.

“Ada yang janggal di acara Kongres Majelis Mujahidin, yang merekomendasikan pilihan Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden 2019,“ ujarnya Senin (06/08/2018) di Jl. Bantar, Cieunteung – Kota Tasikmalaya.

Aris pun meminta panitia Mudzakarah menghentikan acara karena izin kegiatannya tidak ada agenda politik, “Disayangkan, Mudzakarah yang pantasnya membahas Visi Misi kemajuan Majelis Mujahidin, justu bahas Dukungan calon Presiden,” terangnya. Redi