Bak IPAL tak beroperasi ini dijadikan sarang cebong dan jentik nyamuk | dokpri

Kota, Wartatasik.com – Pada tahun anggaran 2018 kemarin, Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya membangun Instalasi pengolahan air limbah (IPAL) untuk sejumlah Puskesmas. Namun, hingga saat ini, IPAL yang difungsikan untuk pengolahan limbah medis dari tempat pelayanan kesehatan belum beroperasi.

Tidak hanya itu, ada salah satu IPAL, saking lamanya tidak dioperasikan, kini keberadaannya menjadi sarang cebong (telur kodok) dan tumbuh subur jentik nyamuk. Terlebih lagi, anggaran untuk satu unit IPAL ditaksir paling kecil menelan dana sebanyak Rp. 350 juta.

Hal itu dikatakan pemerhati kebijakan Yan Daya Permana kepada Wartatasik.com. Ia menyayangkan anggaran sebesar itu tidak dimanfaatkan sebagaimana mestinya, “Padahal Puskesmas yang dipasangi itu telah melayani pasiennya. Untuk limbahnya dibuang kemana? Sedangkan IPAL-nya belum berfungsi,” ujar pria yang aktif juga di OKP FKPPI Tasik ini, Kamis 07 Februari 2019 atua pekan kemarin.

Yan Daya Permana | dokpri

Ia mengatakan lagi, ada lima titik IPAL diantaranya Puskesmas Kersanagara, Sangkali, Karanganyar, Sambongpari juga lainnya. Yan mengatakan ada salah-satu Puskesmas yang megoprasikan IPAL namun tetap tak bisa digunakan, sebab daya listriknya tak kuat menahan beban karena menggunakan KWH Puskesmas.

“Sedangkan IPAL itu butuh 3000 Kwh, daya nya tinggi, ya jelas nggak kuat. Seharusnya Dinas Kesehatan harus memperhitungkan dengan matang, menyiapkan pula tenaga listriknya,“ terangnya.

Ia menuding Pejabat Pelaksana Kegiatan (PPK) Dinas Kesehatan, dianggap tidak profesional merencanakan pekerjaan. Apalagi tambahnya, eksistensi IPAL tersebut disinyalir belum mengantongi izin lingkungan.

Tempat pengelolaan air limbah yang tidak berfungsi semenjak diselesaikan pengadaannya TA 2018 kemarin | dokpri

“Temuan ini perlu diusut, bila perlu BPK turun untuk mengaudit pengadaan tersebut, tak lupa juga APH yang lainnya harus turut periksa pembangunan itu,” pungkasnya.

Ironisnya lagi, Sekdinkes Kota Tasikmalaya Encu Darsiwa mengaku belum tahu ada permasalahan tentang IPAL, “Justru saya dapat informasi ini dari rekan semua. Secepatnya kami akan mengadakan koordinasi dengan pihak Puskesmas,” singkatnya kepada wartatasik.com diruang kerjanya, belum lama ini. Tim