Berangkat dari keprihatinan memanasnya suhu politik di tengah masyarakat, selepas pemungutan suara 17 April semakin riuh setelah data Quick Count selesai serta televisi merilis hasilnya | dokpri

Kota, Wartatasik.com – Tasikmalaya, 21 April 2019 bertempat di Kantor Lakpesdam Nahdlatul Ulama Kota Tasikmalaya, Jl. Situ Gede No 1 Selaawi, Linggajaya Mangkubumi Kota Tasikmalaya, Forum Bhineka Tunggal Ika (FBTI) Tasikmalaya menggelar konferensi Pers.

Berangkat dari keprihatinan memanasnya suhu politik di tengah masyarakat, selepas pemungutan suara 17 April semakin riuh setelah data Quick Count selesai serta televisi merilis hasilnya.

Dalam Konferensi Pers tersebut, Ketua Asep Rizal  Asy’ari didampingi sekertarisnya Ajat Sudrajat mengakui meskipun kedua kontestan memang menganjurkan pendukungnya menahan diri dan menunggu hasil dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang akan diumumkan 35 hari ke depan.

“Tapi faktanya kemudian, pendukung tetaplah manusia yang lapar pada hasil kemenangan,” ujarnya.

Munculnya klaim kemenangan tambahnya, berakibat munculnya ketegangan antara kedua kubu terutama dibarisan pendukung baik di dunia nyata atau di dunia maya, polarisasi kian menguat, bahkan ada beberapa pihak yang dengan lantang menyerukan perang.

“Apakah kita mau diadu domba, perang saudara, tentunya TIDAK. Atas dasar itu, kami
dari Forum Bhinneka Tunggal Ika (FBTI) Tasikmalaya menyampaikan pernyataan sikap,” tandasnya.

Berikut pernyataan sikap tersebut:

1. Terimakasih sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat yang telah
menggunakan hak pilihnya secara tertib dan bertanggung jawab. Dan terimakasih juga Kepada seluruh aparat negara, penyelenggara pemilu yang telah bertugas dengan baik mengorbankan waktu, tenaga dan pikiran untuk menciptakan pemilu yang adil dan damai. Serta kami sampaikan turut berduka cita sedalam-dalamnya atas meninggalnya pejuang demokrasi di tanah air, semoga segala pengorbanan menjadi amal ibadah.

2. Menjaga suasana masyarakat yang aman dan kondusif, Hentikan segala bentuk provokasi, fitnah dan ujaran kebencian yang berpotensi memecah belah masyarakat. Tebarkan welas asih, jalin persatuan dan kesatuan bangsa. Serta mengajak seluruh komponen bangsa segera melakukan rekonsiliasi pasca pemungutan suara Pemilu 2019.

3. Menunggu dan mengawasi proses penghitungan suara yang dilakukan oleh KPU secara profesional, adil, dan amanah dalam menjalankan tugasnya sesuai undang-undang yang berlaku untuk menghasilkan pemilu yang berkualitas.

4. Menahan diri dan tidak melakukan tindakan yang bertentangan dengan hukum, apalagi bersikap inkonstitusional.

5. PEMILU sebagai perwujudan demokrasi telah usai. Segala perbedaan tidak perlu lagi dipersoalkan dan saatnya seluruh komponen masyarakat bersatu mendukung siapapun pemenangnya serta komitmen merawat Bhinneka Tunggal Ika. Asron