Kepala SDN Galunggung Kota Tasikmalaya, Nana Hermawan | Asron

Kota, Wartatasik.com – Mencuatnya kejadian penayangan running text yang mencatut salah satu Capres dan Cawapres ‘Prabowo Sandi’ berdampak polemik bagi SDN Galunggung. Pasalnya, papan elektronik tersebut berada dilingkungan sekolah yang notabebe harus steril dari segala aktifitas berbau politik.

Apalagi di musim pesta demokrasi ini, hal yang beraroma politik akan sangat sensitif pastilah berbuah kegaduhan. Sebagaimana telah dilansir media online wartatasik.com sebelumnya, kejadian tersebut sempat viral di media sosial.

Ditemui wartatasik.com, Kepala SDN Galunggung Nana Hermawan mengatakan, ia merasa dirugikan dengan kejadian tersebut. Pihak sekolah pun terangnya, tak tinggal diam, sebagai langkah hukum sudah melaporkannya ke Polsek.

“Setelah mendapat informasi dari pa Kadis Pendidikan saya langsung melaporkan kejadian tersebut kepada kepolisian. Jelas disini nama baik kami merasa dicuri, ini pencemaran nama baik sekolah,” ujarnya, Selasa (12/03/2019).

Klik berita terkait >>> Running Text Prabowo – Sandi, SDN Galunggung ‘Langgar’ Aturan KPU?

Kasek mengaku, pengadaan alat running text itu hasil pemberian keluarga alumni tahun 2016 lalu. Pihaknya tak tahu sistemnya seperti apa? Sebab sekolah hanya menyediakan saklar saja untuk aliran listrik.

“Kami kaget ada laporan jika running text di sekolah memuat nama salah satu kandidat Capres dan Cawapres,” akunya.

Ia mengatakan pihaknya sudah konsultasi dengan pihak yang paham tentang alat running text, menurutnya ada pasword dari pabrik, jadi jika orang lain bisa meretas kata kuncinya itu, otomatis bisa merubah isi dalam teks.

“Intinya dalam kejadian ini pihak sekolah merasa jadi korban oleh oknum yang tak bertanggung jawab. Terlepas motifnya apa, yang pasti kami sangat dirugikan. Dan untuk hasilnya semua ini kami menunggu dari hasil kepolisian,” pungkasnya. Asron.

BAGIKAN