Ditengah Pandemi, Unnes Tetap Jalankan KKN

 16,890 total views

Nampak mahasiswa Unnes sedang KKN | Ist

Nasional, Wartatasik.com – Pandemi Coronavirus Disease (Covid-19) mengharuskan Perguruan Tinggi Negeri (PTN) mencari cara agar proses kegiatan belajar-mengajar (KBM) mahasiswanya tidak tersendat.

Berbagai cara dilakukan oleh pihak kampus dengan menggantikan proses belajar menjadi dalam jaringan (daring), pelaksanaan wisuda dengan metode daring, hingga pelaksanaan kuliah kerja nyata (KKN).

Salah satu PTN di Indonesia, yakni Universitas Negeri Semarang (Unnes), mempunyai terobosan baru untuk pelaksanaan kegiatan KKN bagi mahasiswa.

Kampus yang berletak di Semarang, Jawa Tengah, tersebut mewajibkan setiap mahasiswa yang sedang mengambil mata kuliah ini agar melaksanakan kegiatan KKN mereka di daerah masing-masing dengan metode daring dan luar jaringan (luring).

Salah satu pesertanya sekaligus student athlete Unnes, Muhammad Daffa Nugraha, menjelaskan proses kegiatan KKN yang diterapkan oleh kampusnya. Ia mengatakan, KKN saat ini dilakukan di desa atau daerah masing-masing mahasiswa.

“Dan metode yang dilakukan menyesuaikan dengan program kerja yang diberikan. KKN ini bisa dilaksanakan secara kelompok maupun individu,” ungkapnya, Senin (24/08/2020).

Daffa menuturkan, kegiatan KKN ini adalah wujud dari kepedulian pihak kampus terhadap pandemi ini. Pihak kampus menamakan KKN di tahun ini dengan nama KKN Bersama Melawan Covid (BMC) dengan tujuan agar para mahasiswa dapat memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai virus Covid-19 ini.

Kegiatan ini terang Daffa, bersifat wajib bagi seluruh mahasiswa yang telah mengambil mata kuliah ini. Namun, mahasiswa harus menyertakan beberapa persyaratan untuk bisa mengikuti kegiatan ini dengan program kerja yang ditawarkan kepada masyarakat.

“Di desa saya terbagi menjadi dua proses, yaitu secara luring dan daring. Untuk program kerja yang dilakukan secara luring, terdapat pelatihan penanaman sayuran, bimbingan belajar untuk anak-anak, penyemprotan disinfektan, pendataan melalui aplikasi InaRISK, dan donasi alat kesehatan seperti masker dan lain-lain,” ucapnya.

Untuk kegiatan yang dilakukan secara daring, Daffa mengaku membuat poster yang bertujuan untuk meningkatkan kepedulian masyarakat mengenai pandemi Covid-19 dan apa saja yang harus dilakukan untuk menghadapi hal tersebut.

Salah satu poster yang saya buat adalah poster mengenai virus Covid-19, Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), pengertian New Normal, dan pembuatan disinfektan sendiri. Poster yang saya buat tersebut saya sebar ke media sosial dan grup masyarakat desa,” tambahnya.

Dengan adanya KKN yang ia lakukan itu, masyarakat mulai mengerti dan taat dengan peraturan yang ditetapkan oleh pemerintah. Adapun Student athlete jurusan Pendidikan Jasmani Rekreasi Olahraga (PJKR) tersebut menyebut alhamdulillah karena masyarakat sudah menaati peraturan yang ada.

“Mereka sudah menjaga jarak mereka ketika di kerumunan, menghindari tempat-tempat nongkrong, dan lain-lain,” pungkasnya. Redaksi.

Related posts