Dua Kali Gagal Tak Surutkan Tekad, Anak Petani Asal Majalengka Jadi Bhayangkara Taruna

Dua Kali Gagal Tak Surutkan Tekad, Anak Petani Asal Majalengka Jadi Bhayangkara Taruna | Red

Sempat Dua Kali Gagal, Anak Petani Asal Majalengka Ini Akhirnya Resmi Dilantik Jadi Taruna Akpol…

Majalengka, Wartatasik.com – Kegagalan bukanlah titik akhir, melainkan proses panjang menuju kemenangan. Prinsip itulah yang dibuktikan oleh Yusup Soleh Subagja, pemuda asal Desa Pakubeureum, Kecamatan Kertajati, Kabupaten Majalengka.

Perjuangan pantang menyerah serta doa tak putus dari orang tuanya kini membuahkan hasil manis. Yusup resmi dikukuhkan sebagai Bhayangkara Taruna Akademi Kepolisian (Akpol) Angkatan 61 dalam Wisuda Prajurit Bhayangkara Taruna (Prabhatar) Akademi TNI dan Kepolisian Tahun 2026 di Akmil Magelang, Jawa Tengah, Kamis (8/10/2026).

Keberhasilan Yusup meraih impian menjadi perwira polisi tidak didapatkan secara cuma-cuma. Pada seleksi tahun 2024 dan 2025, langkahnya sempat terhenti karena dinyatakan tidak lolos.

Namun, bukannya menyerah, Yusup justru menjadikan riwayat kegagalan tersebut sebagai cermin untuk membenahi diri. Ia menempa fisik dan mengasah otaknya dengan disiplin baja yang konsisten setiap hari.

Diantaranya, setiap pagi usai salat Subuh, ia langsung memperdalam materi seleksi dan ilmu pengetahuan. Menjaga kebugaran dan kekuatan fisik secara rutin tanpa absen. Juga, menanamkan keyakinan bahwa setiap pengorbanan pasti akan membukakan jalan menuju cita-cita.

Di balik seragam dinas yang kini digunakannya, terdapat pengorbanan besar dari kedua orang tuanya, Edi Jubaedi dan Kokom Komalawati. Keluarga sederhana ini membesarkan Yusup dengan menanamkan nilai-nilai kejujuran dan kerja keras.

Sang ayah membanting tulang sebagai petani kecil di sawah, sementara sang ibu berjualan sebagai pedagang kecil untuk menopang kebutuhan rumah tangga. Keterbatasan ekonomi tak pernah memadamkan restu dan doa mereka agar sang anak bisa terbang tinggi meraih mimpinya.

“Keberhasilan ini bukan cuma buat saya pribadi, tapi wujud bakti dan perjuangan untuk membahagiakan bapak dan ibu yang tak pernah berhenti mendoakan,” tutur narasi perjuangan Yusup.

Pengukuhan ini menjadi babak awal dari perjalanan panjang Yusup dalam menempuh pendidikan kepolisian. Sebagai Taruna Akpol Angkatan 61, ia kini memikul amanah besar untuk dilatih menjadi pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.

Kisah Yusup Soleh Subagja menjadi bukti nyata bagi para generasi muda di daerah: bahwa latar belakang keluarga yang sederhana bukanlah penghalang untuk menggapai cita-cita setinggi langit. Asron

Berita Terkait