Lampaui Target, 52 Sekolah Ikuti Lomba Story Telling

 3,227 total views

(foto bersama) Kepala Dinas Perpustakaan Daerah dan Kearsipan Kota Tasikmalaya H. Oslan Khaerul Fallah bersama peserta lomba membaca (story telling) | asron

Kota, Wartatasik.com – Dinas Perpustakaan Daerah dan Kearsipan Kota Tasikmalaya menggelar Lomba Bercerita (story telling) tingkat Sekolah Dasar/MI se-Kota Tasikmalaya yang dimulai dari tanggal 11-12 Mei 2018 bertempat di halaman kantor tersebut.

Nampak antusias peserta dalam mengikuti lomba bercerita itu, terbukti dengan jumlah sekolah yang melampaui target, “Sebelumnya Kami menargetkan 50 peserta (sekolah) yang masing-masing sekolah mengirimkan 3 orang siswanya untuk mewakili sekolahnya mengikuti lomba bercerita ini,” tutur Kepala Dinas H.Oslan Khaerul Fallah kepada wartatasik.com, Jum’at (11/05/2018)

Ia menjelaskan maksud dan tujuan digelarnya acara tersebut adalah menumbuhkembangkan minat dan budaya membaca kepada anak-anak khususnya, “Karena lomba ini juga digelar sebagai bentuk apresiasi kepada 19 sekolah yang telah menjadi perintis gerakan literasi sekolah atau GLS. Sehingga bisa menjadi motivasi bagi sekolah lain yang belum GLS,” jelasnya.

Ia berharap, dengan kegiatan lomba bercerita yang digelarnya tersebut dapat meningkatkan minat baca di Kota Tasikmalaya, “Karena dengan membaca kita bisa membuka dan menguasai dunia. Untuk itulah mari mulai gemar membaca dari sekarang,” pungkasnya.

Ditemui dilokasi lomba, Kepala SDN 2 Nagarawangi Kota Tasikmalaya Hj. Sri Rahayu mengatakan bahwa pihaknya mengirimkan dua perwakilan untuk mengikuti story telling, “Kami merupakan salah-satu sekolah perintis GLS pasti akan berpartisipasi dalam lomba yang berkaitan dengan literasi, salah-satunya lomba bercerita ini,” paparnya.

Pihaknya optimis bahwa anak-anak SDN 2 Nagarawangi Kota Tasikmalaya akan masuk sepuluh besar bahkan menjuarai lomba tersebut, “Pasalnya, jika panitia konsisten atas juklak juknisnya perlombaan, yakni peserta tidak diperkenankan membawakan cerita umum. Sedangkan yang lainnya, kami lihat banyak membawakan cerita yang tidak asing didengar. Selain itu tidak diperkenankan membawa alat peraga atau lainnya oleh peserta,” pungkasnya. asron

Bunga, salah-satu peserta dari SDN 2 Nagarawangi saat diatas panggung | asron
Asti RNF, yang juga merupakan perwakilan dari SDN 2 Nagarawangi Kota Tasikmalaya | asron

Related posts