Hadapi Wabah Covid 19, Murjani: Stock Bahan Pokok Aman Namun Tetap Buat Contengency Plan

12,135 kali dilihat, 6 kali dilihat hari ini

Raker terkait sembako ditengah wabah virus Corona | Ndhie

Kota, Wartatasik.com – Anggota Komisi II DPRD Kota Tasikmalaya Fraksi Gerindra H. Murjani, SE., MM meminta masyarakat tetap tenang karena stock bahan pokok masih aman sehingga diharapkan tidak perlu khawatir dan belanja berlebih.

Hal tersebut dikatakannya usai menggelar rapat kerja (raker) dengan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan, Dinas UMKM, Bagian Ekonomi Setda Kota Tasikmalaya dan Bulog di ruang rapat I DPRD Kota Tasikmalaya, Kamis (19/03/2020).

Menurut Murjani, kalau nanti masyarakat belanja atau menyetok bahan pokok berlebihan, malah akan berpengaruh pada stabilitas harga yang hari ini masih tergolong stabil, walau ada beberapa mengalami kenaikan harga.

“Ya, belanja bahan pokok dan lainya seperti biasa saja ngak usah panic buying, karena kondisi stok bahkan bulog untuk beras aman sampai habis lebaran,” ungkapnya.

Dijelaskan Murjani, dalam raker ini membahas secara detail stok beras, daging sapi, daging ayam, telur ayam ras, cabe merah, cabe rawit, bawang merah, bawang putih, minyak goreng dan gula pasir.

Adapun tambahnya, kebutuhan dan produksi dari 10 komoditas ini dibahas detail dalam rapat kerja dengan rumus : jumlah kebutuhan (stok bulan berjalan + prediksi panen + jumlah pasokan dari luar daerah maka akan diperoleh Total Jumlah Stok).

“Saya melihat semua surplus kecuali gula pasir defisit hanya tiga persen dan kita buat secara detail sampai kebutuhan pertahun, perbulan, sampai kebutuhan perharinya berapa,” paparnya.

Bahkan Murjani meminta Bagian Ekonomi bekerja sama dengan semua dinas walaupun stok aman pemkot namun harus segera membuat Contingency Plan atau rencana cadangan untuk menjaga semua kemungkinan berkaitan kebijakan pusat.

“Yang dalam rapat saya istilahkan bagaimana kondisi saat ini hijau? seperti hari ini kita semua hanya dibatasin kerja dan belajar dari rumah, terus meningkat kondisi kuning? lebih dipersempit ruang gerak atau bahkan kondisi merah/Lock Down?,” tuturnya.

Diterangkan Murjani, istilah Contingency Plan Hijau Kuning Merah, karena semua akan terkait dengan distribusi. Lantaran itu, dengan Contingency Plan yang baik maka Kota Tasikmalaya akan siap dalam segala kondisi.

Murjani juga mengingatkan bahwa selaian tidak peru punic buying juga menekankan ke Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan bahwa memang semua prihatin atas virus corona ini dan harus memberi empati lebih.

“Dinas juga harus memberi dorongan semangat lebih ke petani, ini ada peluang untuk menggenjot produksi karena hortikultura juga sudah stop import dari China dan beberapa negara, sehingga saatnya petani bisa meningkatkan produksi dan kualitas hasil produksi karena saat pasar tersedia luas,” pungkasnya. Ndhie.

Related posts