AKI, AKB dan gizi buruk menjadi indikator dalam Indeks Pembangunan Manusia (IPM) serta kematian ibu dan bayi merupakan dampak yang terjadi di hilir dan hulu | Wan.K

Ciamis, Wartatasik.com – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kab Ciamis Drg H Engkan Iskandar MM, buka resmi pertemuan Identifikasi dan tokoh masyarakat serta Orientasi Motivasi Kader Ibu dan Anak (MKIA) di Aula Gedung Korpri.

Dalam sambutannya Engkan menyebut ibu dan anak merupakan kelompok yang paling rentan dari sisi kesehatan, sebab menjadi siklus awal dari daur hidup manusia yaitu ibu hamil bersalin.

“Kelompok rentan ini ditandai dengan tingginya Angka Kematian Ibu (AKI) dan juga Angka Kematian Bayi (AKB) serta gizi buruk” ucapnya, Kamis (17/10/2019).

Diterangkan Engkan, arah pembangunan kesehatan pada Renca Pembanguna Jangka Menengah (RPJMN )105-2019 adalah mewujudkan masyarakat sehat yang mandiri dan berkeadilan melalui program Indonesia sehat.

“Namun AKI, AKB dan gizi buruk menjadi indikator dalam Indeks Pembangunan Manusia (IPM) serta kematian ibu dan bayi merupakan dampak yang terjadi di hilir dan hulu,” ungkapnya.

Menurut Engkan, hal itu bukan saja dipengaruhi penyebab langsung, tapi sangat dipengaruhi oleh penyebab tidak langsung dan faktor determinan lain yang dominan terjadi dihulu sehingga perlu intervensi segera.

Berbagai upaya telah dilakukan intergeritas untuk tingginya Akademi Komunitas Negeri (AKN dan  Angka Kematian Ibu (AKI) sebagai upaya pembentukan  Forum Masyarakat Madani (FMM) yang berkesinambungan.

“Ya, diantaranya perbaikan dan peningkatan sarana prasarana, pendekatan, perluasan akses layanan, perbaikan sistem kualitas, peningkatan SDM, penguatan jejang rujukan dan pemberdayaan masyarakat melalui kemitraan,” tandasnya.

Nampak hadir dalam acara tersebut Kabid Promkes H.Casuli, tokoh masyarakat serta unsur lainnya. Wan.K