Keracunan Massal di Mangkubumi Akankah Diterapkan KLB? Berikut Pernyataan Kadinkes Kota Tasik

 5,286 total views,  2 views today

Posko penanggulangan korban keracunan massal di Mangkubumi, insert: Kadinkes, CEO Yayasan Setara Indonesia, Ka Puskesmas dan Camat Mangkubumi.

Kota, Wartatasik.com – Korban keracunan masal terjadi di Kampung Cilangge, RT 01/03, Kelurahan Karikil, Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Kamis lalu hingga saat ini masih ditangani, terakhir data yang berhasil dihimpun jumlah korban mencapai sekitar 205 orang.

Kejadian tersebut mengundang keprihatinan semua pihak diantaranya relawan relawan dari ormas, LSM, serta lembaga lainnya.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya dr Uus Supangat menjelaskan bahwa pihaknya telah mengambil sampel minuman untuk diperiksa di laboraturium.

“Sampel sumber air yang digunakan untuk melihat kemungkinan lain adanya penyebab diare untuk itu dikirim ke lab di propinsi,” tuturnya saat monitor, Sabtu (10/08/2020).

Insyaallah hari Senin lanjut Uus, sudah ada hasil. Ia menyebut dugaan sementara pada makanan yang dihidangkan atau dimakan terkontaminasi kuman amuba, dilihat dari sampel lab beberapa pasen yang dirawat inap di RSUD dr Soekardjo,” ungkap Uus.

Disinggung jumlah korban keracunan yang dikatakan massal, apakah Pemkot akan memberlakukan kejadian luar biassa (KLB)? Uus menjelaskan kejadian tersebut sudah dapat dikatagorikan KLB.

Klik berita terkait:

Peduli Korban Keracunan, Yayasan Setara Indonesia 
Salurkan Bantuan Kebutuhan Pokok

Santap Nasi Kuning di Acara Ultah, 
Puluhan Warga Karikil Mangkubumi Keracunan

“Namun walaupun demikian penetapan KLB harus melalui penetapan kepala daerah tentunya dengan memperhatikan hal-hal lain yang berkaitan. Untuk pembiayaan pengobatan, sesuai arahan wali kota semua ditanggung pemerintah,” tegasnya.

Uus mengakui bahwa saat ini masih ada yang dirawat di Puskesmas Mangkubumi dan puskesmas lainnya, klinik swasta dan rumah sakit umum.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada TNI, POLRI, IDI, PPNI, BPBD, para pengusaha ,LSM dan seluruh mayarakat serta tidak lupa kecamatan, kelurahan yang telah bahu membahu membantu kami dalam penanganan keracunan ini,” pungkasnya.

Sementara CEO Yayasan SETARA Indonesia H Bayhaqi Umar mengaku sangat prihatin dan pihaknya telah menyalurkan bantuan dari para donatur untuk disampaikan bagi para korban yang membutuhkan.

Posko SETARA LAWAN Covid-19 katanya, Ahad 10 Oktober 2020 mengirimkan bantuan kepada korban keracunan makanan yang bertempat di SDN Puspasari serta Puskesmas Mangkubumi Kota Tasikmalaya.

“Alhamdulillah, kami mengirimkan bantuan dari donatur Yayasan SETARA Indonesia berupa, Air mineral, Hand Sanitizer, Minyak Kayu Putih dan Biskuit,” jelasnya.

Adapun Kantor Yayasan SETARA Indonesia terletak di Jln. Letjen (Purn) Ibrahim Adjie Rarangjami I No. 18 Indihiang Kota Tasikmalaya Jawa Barat 46151. Atas nama sosial, Bayhawi menyampaikan terima kasih bagi yang telah menyisihkan rizkinya.

“Semoga keikhlasan kita berbalas kebaikan dari Allah SWT. Semoga Allah SWT mempercepat kesembuhan mereka,” pungkasnya. Suslia

Related posts