Manfaatkan Limbah, Warga Salamnunggal ini Sulap Gedebog Pohon Pisang Jadi Pakan Ternak

 60,235 total views

Manfaatkan Limbah, Warga Salamnunggal ini Sulap Gedebog Pohon Pisang Jadi Pakan Ternak | Suslia

Kota, Wartatasik.com – Kebanyakan gedebog pohon pisang merupakan limbah yang sering dianggap tidak bermanfaat, sehingga dibuang begitu saja menumpuk di pinggiran kebun, bahkan ditepian sungai di sekitaran kebun sampai akhirnya membusuk.

Panji Santoso (35) pemuda tani warga Kampung Salamnunggal, RT 02 RW 08 Kelurahan Sirnagalih, Kecamatan Indihiang, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat manfaatkan limbah gedebog batang pohon pisang disulap menjadi pakan ternak kambing dan domba.

Panji Santoso merupakan salah satu taruna tani di Kota Tasikmalaya yang dikenal sangat rajin dan ulet, kiprah mengelola pertenakan merupakan warisan dari ayahnya yang mempunyai hobi memlihara ternak domba dan kambing.

“Mulai dari tahun 2014 saya konsentrasi beternak domba dan kambing, saya ingat awalnya pada saat itu disuruh membantu ayah mencari pakan rumput, karena pegawai yang biasa mencarikan rumput untuk ternaknya tidak datang,” ungkap Panji, Jumat (04/06/2021).

Ia mengungkapkan, informasi pengolahan pemanfaatan limbah gedebog pohon pisang ini didapatkan dari rekan peternak yang berada di wilayah jawa.

Adapun, pengolahan gedebok batang pohon pisang sebagai bahan pakan untuk pakan ternak menurutnya dapat menjadi alternatif pilihan bagi para peternak untuk dapat meminimalkan biaya.

Pasalnya, pembelian pakan dapat mengurangi tenaga kerja karena tidak merumput setiap hari untuk mendapatkan pakan ternaknya, apalagi di Kota Tasikmalaya lahan untuk merumput semakin terbatas.

Sementara lanjut Panji, Nutrisi yang terdapat dalam batang pisang menurut berbagai penelitian adalah : bahan kering (BK) 87,7 %, abu 25,12%, lemak kasar (LK) 14,23 %, serat kasar (SK) 29,40%, protein kasar (PK) 3 %.

“Termasuk asam amino, amine nitrat, glikosida, mengandung N, glikilipida, vitamin B, asam nukleat, bahan ekstrak tanpa nitrogen (BETN) 28,15% termasuk karbohidrat, gula dan Pati,” pungkasnya. Suslia.

Related posts