Penuh Kebersamaan, Sejumlah Jurnalis Tasik Ikuti Seluruh Rangkaian Orientasi Media SNV Indonesia

255 kali dilihat, 42 kali dilihat hari ini

PENUH KEBERSAMAAN, para Jurnalis Tasik bersama tim penyelenggara orientasi media SNV Indoneisa di Hotel Horison, 24-25 September 2018 | dok SNV

Kota, Wartatasik.comWorkshop tentang orientasi media dan media visit yang diikuti oleh sejumlah jurnalis Tasik dari media cetak, elektronik dan online itu mengangkat tema Sanitasi Aman Tanggung Jawab Bersama itu digelar oleh SNV Indonesia, berlangsung selama dua hari, 24-25 September 2018.

Sebagaimana telah dilansir media online wartatasik.com, edisi kemarin, bahwa kegiatan itu dipungkas dengan melaksanakan tugas kunjungan ke wilayah-wilayah di Kota Tasikmalaya yang berpotensi dengan kerawanan sanitasi kurang sehat, tadi siang atau Selasa (25/09/2018).

Salah-seorang narasumber orientasi media sekaligus wartawan senior dari Daerah Lampung, Sumatera, Juwendra Ardiansyah mengaku sangat mengapresiasi terhadap peran serta para wartawan yang telah mengikuti seluruh rangkaian sampai akhir, “Terlebih temanya mengangkat sanitasi yang notabene bagi sejumlah wartawan hal tersebut dianggap bukan isu yang ‘seksi’ untuk dikupas. Tapi itu dapat ditepis dengan kesungguhan para jurnalis Tasik sebagai peserta orientasi media ini,” ujarnya, Selasa (25/09/2018).

Klik berita terkait >>> SNV Indonesia Gaet Sejumlah Jurnalis Tasik dalam Orientasi Media dan Media Visit Sanitasi 

Dan >>> Orientasi Media: Sanitasi Aman Tanggung Jawab Bersama

PENUH KEBERSAMAAN, para Jurnalis Tasik bersama tim penyelenggara orientasi media SNV Indoneisa di Hotel Horison, 24-25 September 2018 | dok SNV

Bang Juwe (sapaan akrabnya) juga mengatakan berdasarkan pengamatannya selama berlangsungnya kegiatan, ternyata animo wartawan Tasik tentang sanitasi tinggi juga, “Nampak dari kesungguhannya, dalam kunjungan ke wilayah-wilayah yang ditentukan pelaksana acara, sampai menulis laporannya berbentuk berita, tulis maupun visual, sekali lagi kami sampaikan salut terhadap para peserta,” kagumnya.

Pihaknya berpesan, setelah mengikuti orientasi media itu, para peserta yang berprofesia wartawan itu agar berupaya semaksimal mungkin mengangkat beritea isu tentang sanitasi, minimal seminggu satu kali, “Selain menjembatani pemerintah dengan masyarakat begitupun sebaliknya masalah sanitasi, juga kita turut menyumbang dalam menekan angka korban yang disebabkan oleh buruknya sanitasi di Kota Tasikmalaya,” pesan Bang Juwe.

Sementara itu, Peserta dari Radio Martha FM Adry Maliq mengaku senang telah mengikuti kegiatan itu, selain dijadikan ajang silaturahmi sesama insan pers juga menambah pengalaman dan pengetahuannya tentang sanitasi, “Jarang-jarangkan kita memberitakan tentang sanitasi, nampak sepele. Tapi dampak dari sanitasi yang buruk bisa menjadi sumber sejumlah penyakit, miriskan?,” akunya.

Ia juga menyampaikan terimakasih kepada NGO yang peduli sanitasi terlebih di daerah Tasikmalaya, “Mungkin tanpa ada giat seperti ini, kami menganggap masalah sanitasi akan selamanya dianggap hal sepele alias tidak seksi untuk dikupas. Ini merupakan tanggung jawab kita juga sebagai jurnalis dalam mengatasi sanitasi buruk yang eksesnya benar-benar mengancam kesehatan generasi masa yang akan datang,” pungkasnya. asron

Related posts