
Tasikmalaya, Wartatasik.com – Kerap kali terabaikan, kesehatan mata dapat berdampak langsung pada kualitas dan produktivitas hidup. Pengguna kacamata yang dulunya tinggi di kalangan usia lanjut, kini sudah merambah ke usia produktif.
Menyoroti hal tersebut, Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) telah memberikan akses layanan pembuatan kacamata kepada peserta.
Salah satu peserta yang telah merasakan manfaatnya adalah Yola Agustin, mahasiswi Universitas Siliwangi. Yola, sapaan akrabnya, menceritakan bagaimana manfaat dan alur pelayanan pembuatan kacamata yang ditanggung oleh JKN.
“Saya tidak langsung ke optik, melainkan ke fasilitas kesehatan satu dulu. Kemudian, saya mendapatkan rujukan ke rumah sakit,” ujar dia belum lama ini.
Yola mengatakan, dia mendapatkan pemeriksaan awal di faskes satu. Lalu, dokter di sana memberikan rujukan menuju spesialis mata di Rumah Sakit Jasa Kartini.
“Tentunya, saya mengambil antrean online untuk ke faskes satu dan rumah sakit,” bebernya.
Mahasiswi akuntansi semester 7 itu melanjutkan, dia mendapatkan beberapa tes penglihatan di rumah sakit. Selain itu, dokter pun memberikan penjelasan tentang cara menjaga mata agar kondisi mata tidak semakin memburuk.
Usai mendapatkan resep kacamata, ia langsung menuju optik yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan. Di sana, pihak optik memproses kacamata dan menjanjikan kacamata bisa diambil pada sore hari.
Katanya, ia membuat kacamata sesuai dengan kelas yang kebetulan kelas satu. Saya pun mendapatkan hak pembuatan kacamata di harga Rp350 ribu.
“Saya mengambil sesuai hak saya. Tidak ada iur biaya, baik di faskes satu, rumah sakit, atau optik karena sudah ditanggung oleh JKN,” tambahnya.
Ketika ditanya bagaimana dirinya bisa paham alur pembuatan kacamata tersebut, dirinya mengatakan bahwa pernah melakukan magang selama dua bulan di BPJS Kesehatan. Selama magang, dirinya banyak mendapatkan pemahaman tentang Program JKN.
“Bersyukur sekali dapat melaksanakan magang di BPJS Kesehatan, banyak pemahaman yang saya dapatkan di sini. Selain itu, konten sosial media BPJS Kesehatan pun sangat membantu dan mudah dipahami. Setelah paham, ternyata JKN itu tidak menyulitkan,” tegas dia.
Bagi Yola, keberadaan Program JKN sangat membantu. Meski rutin membayar iuran dari dulu dan tidak pernah menggunakan, ternyata ada hari di mana dia akan menggunakan apa yang sudah dia bayarkan tersebut.
Perempuan berusia 22 tahun itu menilai, lebih baik mencegah daripada mengobati. Apalagi sakit tidak bisa diperkirakan dananya dan kapan akan menyerang. Oleh karena itu, dia pun mengajak masyarakat untuk tidak ragu menjadi peserta JKN karena manfaatnya begitu besar.
“Jangan tunggu penglihatan parah, jangan tunggu badan hampir menyerah. Mari daftarkan diri sebagai peserta JKN agar ada yang menjamin di saat sakit dan tidak perlu pusing lagi akan biaya,” pungkas Yola. Jamkesnews | Red
