Prihatin Nasib Guru Honorer, ‘Warkop’ Gelar Diskusi 

 10,003 total views,  2 views today

Photo bersama usai acara diskusi | Suslia

Kota, Wartatasik.com – Usung tema jalan kelam guru honorer kota Tasikmalaya, Warung Komunikasi Diskusi Persoalan (Warkop) Tasikmalaya menggelar diskusi di Saung Baraya Sunda, Jumat (14/08/2020).

Nampak hadir Komisi IV Dede Muharam, Praktisi Pendidikan dr Asep Tamam, Sekdis Muhamad Dani, Indah Hindansah dari GTHNK 35+, Ikatan Advokat Indonesia Meiman Nanang Rukmana, Mahasiswa, ormas dan LSM.

Ketua Komisi IV DPRD Kota Tasikmalaya Dede Muharam menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi tingginya kepada warkop yang telah menggelar diskusi.

“Saya berharap acara ini berkesinambungan untuk mendiskusikan persolan persoalan yang ada di depan mata kita, yaitu persoalan pendidikan,” ucapnya.

Terutama terang Dede, nasib para guru honorer yang kondisinya sangat penting diperhatikan oleh semua pihak, terutama DPRD maupun pemerintah Kota Tasikmalaya. Alasannya, karena guru honorer baik SD maupun SMP itu jumlahnya cukup signifikan yaitu 1.550 orang.

Dijelaskan Dede, guru honorer ini mendapatkan insentif variatif tergantung sekolahnya yang mempunyai kemampuan sekitar Rp. 300.000-500.000/bulan, tergantung sekolahnya yang mempunyai kemampuan.

“Kami ingin mendorong kepada pemerintah kota Tasikmalaya bersama sama dengan DPRD kota Tasikmalaya untuk menganggarkan agar para guru layak,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua pelaksana Asmansyah Timutiah alias Acong mengaku merasakan keprihatinannya terhadap para guru honorer.

“Saya berharap, hasil diakusi ini menjadi regulasi dan kita akan advokasi ke DPRD, Perda Pendidikan yang berhubungan dengan honorer,” pungkas Acong.  Suslia.

Related posts