Sebut Jualannya Bubur Beras, Rasakan Kuliner Fenomenal Milik ‘Mang Ngea’

Bubur beras ala Mang | Awen

Kota, Wartatasik.com – Bagi kalangan masyarakat di wilayah Jawa Barat khususnya Tasikmalaya, mungkin susah tidak asing lagi dengan namanya kuliner yang satu ini.

Bubur ayam, ya begitulah masyarakat menyebutnya sesuai apa yang tertera dikaca roda penjualnya.

Disetiap sudut kota atau kampung pasti akan mudah ditemui dan biasanya penjual mulai berjualannya diwaktu pagi hari, sore bahkan sampe malam.

Namun ada yang berbeda dengan bubur ayam ini, penjual menamai rodanya dengan sebutan bubur beras. Memang tak lumrah, tapi sang penjual punya asumsi sendiri untuk meluruskan sebutan kuliner ini.

Sejak berjualan dari tahun 1990, Sapari atau yang akrab disapa Ngea ini muncul ide dengan nama bubur beras pas waktu memasak bubur.

Sapari suka bertanya-tanya, kenapa suka disebut bubur ayam? padahal yang dimasak itu beras bukan ayam, ada juga yang beli bubur sama cakuehnya saja, bahkan minta dibanyakan ayamnya.

“Padahal saya itu jualan bubur bukan ayam goreng, semenjak itulah saya mengganti menjadi bubur beras,” ungkapnya saat ditemui Wartatasik.com, Selasa (31/12/2019).

Nah, kalau penasaran dengan bubur berasnya Mang Ngea, silahkan datang saja ke Kp Siluman pas pengkolan dekat Kantor Kelurahan Setiaratu Kec. Cibeureum. Pedagang ini suka biasa buka sekitar jam 20.30 WIB.

Konsumen pasti tak menyesal, pasalnya selain porsinya yang wah, juga rasanya tidak kalah dengan harga sangat murah. Awen

Berita Terkait