Sepak Bola, Dahulu, Sekarang dan Nanti

 53,920 total views,  107 views today

Sepakbola akan selalu menjadi primadona di hati masyarakat | Ist

Nasional, Wartatasik.com – Berbicara mengenai olahraga di Indonesia, kita tidak akan bisa melepaskan tentang olahraga sepak bola. Sepak bola sudah menjadi olahraga yang mendarah daging hampir di seluruh masyarakat Indonesia. Sepak bola akan selalu menjadi primadona dari dahulu, sekarang, hingga nanti.

Hal tersebut juga terjadi kepada salah satu student athlete Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) bernama Alpin Alpani. Student athlete yang mengambil jurusan Manajemen di UMJ ini sudah bermain dan mencintai sepak bola sejak umur delapan tahun sebelum ia akhirnya mulai mengikuti sekolah sepak bola (SSB) pada umur 14 tahun.

“SSB pertama saya adalah SSB Serpong Jaya yang berletak di daerah Tangerang. Saya sudah menyukai sepak bola sejak umur delapan tahun. Sejak mengenal sepak bola dan mulai mendalami cara bermainnya, saya memiliki cita-cita untuk bisa menjadi pemain sepak bola profesional,” ucapnya.

Orang tua dari pemain yang kerap dipanggil Alpin tersebut mendukung hobi dan cita-cita dari sang anak karena menurut mereka kegiatan yang dilakukan Alpin adalah kegiatan yang positif. Selain itu, selayaknya orang tua yang menyayangi anaknya, mereka akan selalu mendukung apapun yang anaknya inginkan.

“Orang tua tidak pernah melarang saya untuk bermain sepak bola. Mereka mendukung apapun yang menjadi pilihan saya dengan cara memberikan motivasi dan arahan kepada saya agar tetap bersemangat menggapai cita-cita saya,” katanya.

Perjalanan Alpin dalam meraih cita-citanya tidak selalu berjalan mulus. Ia pernah mendapat cedera di bagian pergelangan kaki kiri dan kanan serta hamstring di bagian paha dan dengkul kirinya. Namun, hal tersebut tidak membuat dirinya untuk berhenti bermain sepak bola. Justru, ia semakin bersemangat untuk terus bermain sepak bola.

Berkat kegigihan Alpin dalam berlatih sepak bola. Ia mampu menghasilkan beberapa prestasi di dunia sepak bola. Ia pernah menjuarai Liga Pagustas pada tahun 2010 bersama SSB Serpong Jaya, juara Liga 3 regional Banten, juara Piala Inalum Cup di Medan, dan juara Suratin Cup di regional.

Performa Alpin di sepak bola membuat tim sepak bola UMJ memilih dirinya untuk bisa bermain di tim mereka. Hal tersebut terbukti dengan keikutsertaan Alpin di tim sepak bola UMJ selama tiga musim dengan torehan dua gelar LIMA Football Nationals Season 6 dan 7. Menurutnya, mahasiswa yang memiliki bakat di bidang non-akademik perlu mengikuti LIMA karena mereka akan mendapatkan banyak keuntungan.

“Menurut saya, mahasiswa yang memiliki bakat atau keterampilan di bidang olahraga perlu mengikuti turnamen yang digelar oleh LIMA karena mereka akan mendapatkan keuntungan seperti kenal banyak teman baru, pengalaman baru, dan tentunya membentuk mental mereka. Dengan adanya LIMA ini, mahasiswa akan semakin giat berlatih agar dapat bersaing dengan mahasiswa dari kampus lain,” ungkap Alpin.

“Sepak bola adalah sesuatu yang sangat penting bagi saya. Karena sepak bola, saya bisa menghasilkan uang dari sepak bola dan memberikan hasil yang saya dapat ke orang tua saya. Karena sepak bola juga, saya mendapatkan kesempatan untuk berlaga di Liga 3 bersama dengan Persikota Kota Tangerang. Sepak bola akan selalu menjadi bagian dari diri saya dahulu, sekarang, hingga nanti,” pungkasnya. Asron.

Related posts