
Kepala OJK Tasikmalaya Beberkan Modus Pinjol Cekik Bunga di Media Gathering Purwokerto…
Purwokerto, Wartatasik.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tasikmalaya mengajak seluruh insan media di Priangan Timur untuk memperkuat sinergi dalam meningkatkan literasi keuangan masyarakat.
Ajakan strategis ini disampaikan dalam acara jumpa pers yang dikemas santai melalui media gathering di Purwokerto, Kamis (21/5/2026).
Suasana hangat dan penuh kebersamaan sangat terasa dalam pertemuan tersebut. Acara ini dihadiri langsung oleh Kepala OJK Tasikmalaya, Nofa Hermawati, beserta jajaran, serta turut dihadiri oleh Kepala OJK Kota Purwokerto, Dinavia Tri Riandari.
Dalam diskusi yang berlangsung akrab, fokus pembahasan tertuju pada persoalan keuangan yang kian meresahkan warga, khususnya di wilayah Priangan Timur.
Kepala OJK Tasikmalaya, Nofa Hermawati, dengan tegas menyatakan bahwa saat ini wilayah Priangan Timur berada dalam kondisi darurat pinjaman online (pinjol) ilegal dan investasi bodong.
Pernyataan tersebut bukan tanpa alasan. Hal ini merujuk pada tingginya angka pengaduan dari masyarakat yang telah menjadi korban penipuan berkedok keuangan.
”Banyak laporan masuk ke kami. Modusnya macam-macam, mulai dari pinjol ilegal yang mencekik dengan bunga tinggi, sampai investasi bodong yang menjanjikan keuntungan besar dalam waktu singkat,” ungkap Nofa.
Menurut Nofa, akar utama dari menjamurnya kasus ini adalah masih rendahnya tingkat literasi keuangan di tengah masyarakat. Banyak warga yang mudah tergiur oleh iming-iming keuntungan tidak wajar, dibandingkan memilih lembaga keuangan resmi yang jelas dan diawasi oleh OJK.
”Literasi kita masih rendah. Masyarakat mudah percaya dengan tawaran investasi yang tidak jelas legalitasnya. Padahal kalau dicek di OJK, izinnya itu tidak ada,” tambahnya.
Menyikapi fenomena yang mengkhawatirkan ini, Nofa menegaskan bahwa OJK Tasikmalaya tidak tinggal diam. Berbagai upaya edukasi kini terus digencarkan secara masif.
“OJK berkomitmen untuk terus menggandeng berbagai pihak, mulai dari jajaran Kodim, insan media, hingga komunitas lokal untuk turun langsung ke masyarakat,” ungkapnya lagi.
Melalui kolaborasi lintas sektor ini, diharapkan masyarakat bisa mendapatkan pemahaman yang lebih baik mengenai cara mengelola dan menyimpan uang secara bijak, logis, dan aman di lembaga keuangan resmi. Asron
