Suami Terdiagnosa Diabetes Melitus, Opi Tak Ragu Andalkan JKN-KIS

Sang Suami Terdiagnosa Diabetes Melitus, Opi Tak Ragu Andalkan JKN-KIS | Jamkesnews

Kota, Wartatasik.com – Terselenggaranya program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) tak dipungkiri terus dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Dengan hadirnya program yang diselenggarakan BPJS Kesehatan itu, peserta sudah tidak perlu khawatir lagi akan biaya, karena sepenuhnya sudah dijamin oleh Program JKN-KIS.

Begitu juga yang tengah dirasakan oleh Opi Sopiati (48) wanita asal Rancaboga RT 001 RW 013 Kelurahan Gunung Gede Kecamatan Kawalu Kota Tasikmalaya.

Ditemui di kediamannya, Opi yang menceritakan kisah suaminya yang menjalani perawatan dengan menggunakan JKN-KIS.

“Kejadian bermula sehari sebelum lebaran idul adha, suami saya mengalami seperti diare namun berdarah,” ucap Opi.

Akhirnya, ia memutuskan untuk membawa ke IGD karena saat itu suami Opi sudah pucat, mungkin karena banyak darah yang keluar.

“Diagnosa sementara suami saya mengidap penyakit hemeroid atau istilah lainnya wasir,” cerita Opi di kediamannya, Rabu (25/08/2021).

Opi yang terdaftar sebagai peserta JKN-KIS segmen Peserta Penerima Upah Penyelenggara Negara (PPU-PN), itu juga menyampaikan bahwa program JKN-KIS sangat membantunya dan suaminya dikala menjalani perawatan inap di Rumah Sakit.

“Saat pertama kali masuk IGD saya tanpa ragu menyampaikan kepada pihak rumah sakit untuk perawatan suami saya menggunakan penjaminan JKN-KIS. Suami saya dirawat selama 5 hari karena ternyata suami saya mengalami Diabetes Militus,” terang Opi.

“Selama dirawat inap, pelayanan yang kami terima sangat baik, alhamdulillah semua dijamin oleh JKN-KIS. Tidak ada biaya yang harus kami bayar sendiri, kami sangat terbantu dengan JKN-KIS,” tambah cerita Opi.

Setelah selesai menjalani rawat inap, sampai saat ini suami Opi menjalani rawat jalan. Obat-obatan tidak lepas dari kesehariannya.

“Setelah menjalani rawat inap, dokter mengingatkan untuk mengkonsumsi obat setiap hari karena gula harus terkontrol dengan normal, selain itu setiap bulan masih harus kontrol ke dokter untuk meliat kondisinya,” ujar Opi.

Merasakan betapa besarnya manfaat, Opi dan suaminya bersyukur telah mendapatkan perlindungan Kesehatan dari JKN-KIS melalui program dari pemerintah ini.

Menurut Opi, JKN-KIS ini sangat penting, menjadi peserta aktif itu sudah menjadi kebutuhan, karena sakit bisa datang kapan saja tidak ada yang tahu.

“Saya dan suami sangat bersyukur telah terdaftar sebagai peserta, apalagi saya dan suami sudah ditanggung oleh sekolah jadi memang iurannya sudah dipotong dari gaji. Semoga program ini bisa terus membantu orang banyak,” tutup Opi. Jamkesnews |Redaksi

Berita Terkait