Unik! Pegawai Disnaker Kota Tasik ‘Ngabring’ Pakai Delman ke Kondangan: Inovasi Efisiensi

Foto: asron

Kota, Wartatasik.com – Ada pemandangan tak biasa yang mencuri perhatian warga di sepanjang jalan protokol Kota Tasikmalaya, Rabu (15/04/2026) pagi.

Bukannya deretan mobil dinas yang mengkilap, jajaran pejabat dan staf Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Tasikmalaya justru kompak naik delman untuk menghadiri undangan pernikahan salah satu koleganya.

Pemandangan “nyentrik” ini sontak membuat pengguna jalan menoleh. Rombongan ASN ini tampak santai namun tetap rapi, menikmati semilir angin di atas kereta kuda tradisional yang kini mulai jarang terlihat di tengah hiruk-pikuk otomotif.

Sekretaris Disnaker Kota Tasikmalaya, Arif Rahman Gumilar, S.Hut.,M.Si. menegaskan bahwa aksi ini bukan sekadar untuk mencari sensasi atau hiburan semata. Penggunaan moda transportasi tradisional ini merupakan langkah konkret dalam melakukan efisiensi dan menunjukkan sisi humanis birokrasi.

“Berikut adalah beberapa alasan strategis di balik dipilihnya delman. Diantaranya, irit anggaran (BBM) karena mengurangi penggunaan bahan bakar operasional kendaraan dinas, terutama untuk kegiatan yang bersifat sosial-kemasyarakatan (kondangan),” ungkapnya, Rabu (15/4/2026).

Selanjutnya, Solusi Parkir dan Macet, satu delman bisa menampung 4 hingga 5 orang. Dengan begini, rombongan tidak perlu memakan ruang parkir yang luas di lokasi acara dan membantu mengurangi kepadatan volume kendaraan di jalan.

Dan, lanjutnya, memberikan penghasilan langsung kepada para kusir delman lokal yang saat ini berjuang bertahan di tengah gempuran transportasi modern.

Foto: asron

“Hari ini kami pilih naik delman. Selain efisien, kami ingin menunjukkan bahwa ASN itu bisa tampil membumi dan mendukung kearifan lokal,” ujar Arif bersama rombongan lainnya.

Langkah kreatif jajaran Disnaker kota Tasikmalaya ini mendapat respon positif dari masyarakat. Banyak warga yang menilai aksi ini sebagai simbol kesederhanaan aparat pemerintah.

“Sae pisan, katingalina merakyat. Daripada macet-macetan nganggo mobil masing-masing, mending kieu barengan naik delman,” cetus salah seorang warga yang melintas di pusat kota.

Meski menggunakan transportasi tradisional, pihak Disnaker menjamin bahwa agenda ini tidak mengganggu jam pelayanan publik. Keberangkatan rombongan sudah diatur dengan manajemen waktu yang ketat agar kewajiban melayani masyarakat tetap menjadi prioritas utama. Asron

Berita Terkait