Bencana banjir yang terjadi di pemukiman Buninagara kemarin | Doknet

Kota, Wartatasik.com – Musibah banjir yang melanda sejumlah wilayah Kecamatan Cipedes dan sekitarnya, Senin 11 Februari 2019 kemarin diakibatkan Hujan lebat yang melanda kota Tasikmalaya sebabkan beberapa sungai meluap.

Meski demikian sudah menjadi salah-satu tugas Dinas PUPR untuk menangani segala yang berkaitan dengan air. Menyikapi hal itu, Kepala Bidang (Kabid) Sumber Daya Air (SDA) Sandi Lesmana mengatakan, pihaknya mencatat skala curah hujan kemarin mencapai 300 mm, sedangkan perbandingan kategori masuk bencana itu capai 75 mm.

“Bisa dibayangkan, jika curah hujan 4 kali lipat dari batas ambang itu, pasti akan terjadi luapan,“ ujarnya kepada Wartatasik.com, Selasa (12/02/2019).

Kabid SDA PUPR Sandi Lesmana | Asron

Menurut Sandi, kejadian ini bukan hanya di sekitar Buninagara atau Cipedes, sebab efeknya kalau hujan seperti itu, sungai Citanduy dan sungai ciloseh pun akan naik, sehingga air dari dari tiap pembuangan irigasi backwater susah masuk.

“Limpasan limpasan itu akumulasi susah masuk ke sungai, ditambah lagi dari dorongan air Ciloseh naik yang masuk ke irigasi itu mendorong ke pemukiman sekitar dan akhirnya tumpah lagi ke Ciloseh,“ paparnya.

“Itu efeknya ke simpanglima yang masuk ke irigasi Cimulu, kalau tidak dibuang ke Cikalang atau Dalamsuba akan terjadi banjir di sepanjang Cimulu, “tambahnya.

Kata masyarakat setempat, lanjut Sandi, kejadian tersebut baru sekarang kejadiannya, sebab sejak 30 tahun lalu kondisinya normal. “Untuk itu, Bidang SDA pun terus berupaya mengatasi titik yang dianggap rawan baik itu potensi longsor ataupun irigasi yang sudah jebol. Kita mengutamakan hal yang membahayakan halayak luas,“ pungkasnya. Redi