Ketua kelompok Tani Teratai Dede Yanti tengah memanen madu yang dihasilkan oleh lebah Teuweul atau Kelenceng | Asron

Kota, Wartatasik.com – Siapa yang tak kenal madu, berbagai khasiat bagi kesehatan banyak terkandung dalam sari bunga melalu lebah.

Dibalik sederet manfaatnya, banyak berseliweran madu aspal (asli tapi palsu) yang rentan menipu konsumen.

Tapi tidak dengan madu asal Kelompok Tani (Poktan) di Kelurahan Kersamenak Kec Kawalu Kota Tasikmalaya yang dikelola Ibu Dede Yanti (47) bersama suami tercintanya H Apid.

Bisnis madunya itu digarap sekitar 1999 silam hingga sampai saat ini sukses berkembang, bahkan bisa dikatakan masih belum ada pembudidaya seperti dia.

Kelompok Tani Teratai yang bersekretariat di Kp. Sindangsuka, Kelurahan Gununggede, Kecamatan Kawalu itu kini membuka lahan budi daya lebah di Pangkalan, Karsamenak Kawalu.

Kini memasuki musim bunga bermekaran, kelompok Teratai tengah melaksanakan Panen Madu. Hasilnya, tentu melimpah ruah.

“Hasil madunya sudah terpasarkan keluar kota, bahkan pesanannya terus berdatangan sampai Poktan pun kewalahan,” tutur H Apid usai memanen madu, Senin (04/11/2019).

Dikatakannya, kesuksesan pemasaran berkat kepercayaan konsumen yang tahu akan kualitas madu.

Ia menambahkan bahwa di pertekannya tersebut ada dua jenis lebah penghasil madu yang berbeda. Yakni, Jenis lebah biasa dan Teuweul atau kelenceng.

Klik berita terkait >>> Sukses Bisnis Madu, Kelompok Tani Teratai Menerima Kunjungan dari Mahasiswa Unsil

Nampak ketua Kelompok Tani Dede Yanti tengah memanen madu | asron

“Dalam sekali panen, kami bersama anggota kelompok dalam musim ini bisa mencapai 30 hingga 50 kilo madu bahkan lebih,” tuturnya.

Terang ia, ciri madu yang bagus itu memiliki kekentalan yang baik dengan proses yang telaten guna menghasilkan kualitas maksimal.

“Madu bagus itu kental, setelah diperas manual lalu ditampung kemudian dipermentasi agar kadar air dan gas menguap sehingga kadar airnya rendah,” ungkapnya.

Sementara itu, Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) sekaligus pembina kelompok tani Teratai Oman menyebut, sesuai komitmen awal, untuk kelancaran pemasaran hasil madu Poktan dibawah naungan Gunung Gede sepakat ditampung di Poktan Kel. Kersamenak.

Diakuinya, poktannya tersebut belum terdata di Kelurahan Kersamenak karena masih menginduk ke Poktan Gununggede Kawalu.

“Banyak anggota di luar kota, seperti Cikadongdong, Cikalong dan lainnya, meski pemasaran sepakat tapi kami membebaskan penjualan jika ada penawaran harga yang lebih tinggi,” ujar Oman.

Lanjut ia, musim kemarau menyebabkan hasil produksi madu menurun, pasalnya langka bunga yang mekar akibat kekeringan.

“Alhamdulillah sekarang sudah mulai hujan dan kembang bunga sudah mulai mekar, Semoga hasil panen madu kita kali ini kembali meningkat signifikan,” pungkasnya. Asron

Berikut video ketua Kelompok Tani Teratai tengah memanen madu >>>