Mahasiswa Unsil dari Jurusan Agroteknologi Fakultas Pertanian yang terdiri dari Irpan Nurdin, Siti Azizah Ardiningtyas, Inggrit Putri Komala, Imas Anggi K., Ecep Fahmi Ali F., Nowitd Arhandwika P. ini mengaku mendapatkan tugas menganalisis suksesnya bisnis madu | asron

Kota, Wartatasik.com ­– Sebagaimana diketahui bersama, bahwa di Kota Tasikmalaya menyimpan berjuta potensi untuk dikembangkan menjadi peluang bisnis yang menjanjikan. Contoh saja kuliner, fashion atau lainnya. Asal ada niat dan minat mengembangkannya, niscaya akan sukses.

Ada satu bisnis yang mungkin tidak dipercaya jika di Kota Tasikmalaya juga bisa membuka bisnis madu murni. Terlebih kota santri ini sangatlah minim untuk dijadikan habitat alaminya para lebah penghasil madu.

Klik berita terkait >>> Madu Hasil Budi Daya Lebah di Tasik Tak Kalah Hebat dengan Daerah Lain

Dede Yanti tengah memperlihatkan madu hasil lebah dari salah satu sarang lebah Kelompok Tani Teratai | asron

Adalah Dede Yanti (47) Ketua Kelompok Tani Lebah Madu Teratai, yang pada tahun 1999 silam itu sukses membudidaya hewat penyengat itu. Dan hingga sampai saat ini masih belum ada pembudidaya yang sukses seperti dia.

Kelompok Tani Teratai yang bersekretariat di Kp. Sindangsuka, Kelurahan Gunung Gede, Kecamatan Kawalu itu kini membuka lahan budi daya lebah di Pangkalan, Karsamenak Kawalu belum lama ini.

Atas kesuksesannya itu, tadi pagi, Kelompok Tani Teratai itu menerima kunjungan dari mahasiswa Universitas Siliwangi yang tengah melaksanakan tugasnya Analisis Fungsi Manajerial Perusahaaan Agribisnis Lebah Madu.

Klik berita terkait juga >>>  Cara Sehat Mencicipi Madu Asli Tasik dari Kelompok Tani Teratai 

Dede Yanti bersama mahasiswa | asron

Mahasiswa dari Jurusan Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Siliwangi itu mengaku tertarik atas perkembangan bisnis lebah madu, terlebih di Kota Tasik, “Sangat jarang atau bahkan tidak ada yah di kota ini untuk mengembangkan bisnis seperti ini,” papar salah-seorang mahasiswa Irpan Nurdin kepada media online Wartatasik.com, Kamis (06/12/2018)

Ia mengaku bersama rekan lainnya yakni, Siti Azizah Ardiningtyas, Inggrit Putri Komala, Imas Anggi K., Ecep Fahmi Ali F., Nowitd Arhandwika P., mendapatkan tugas dari kampusnya untuk mewawancarai kelompok tani lebah.

“Intinya kami sangat kagum atas semua penuturan yang disampaikan bu Dede, dari perjuangannya seorang diri hingga memiliki anggota dan pegawai dalam mengembangkan usaha madunya itu,” pungkasnya. asron

Facebook Comments