Insentif Petugas Pemulasaraan Jenazah Covid di RSUD dr Soekardjo belum Cair, Wadir Keuangan: Diupayakan Minggu Depan Ada Hasil

Wadir Keuangan RSUD dr Soekardjo H Nendi Riswandi Edjon | dok Wartatasik.com

Kota, Wartatasik.com – Viral, petugas pemulasaraan jenazah Covid 19 RSUD dr Soekardjo belum mendapatkan insentif, padahal mereka merupakan salah satu garda depan yang sudah memberikan kontribusi terhadap jenazah pasien Corona di Kota Tasikmalaya.

Kabar tersebut kini viral publik, karena ada rasa ketidakadilan dan pilih kasih terhadap unsur tim penanganan para pasien virus Corona.

Menyikapi hal tersebut, Wadir Keuangan RSUD dr Soekardjo H Nendi Riswandi Edjon mengakui adanya keterlambatan pencairan insentif para petugas pemulasaran jenazah pasien Covid 19.

“Sebenarnya mereka (para petugas pemulasaran) tahu bahwa kami dari rumah sakit sudah melakukan pemrosesan untuk pencairan insentif mereka. Berhubung hingga hari ini belum ada pencairan dari pusat, jadi belum ada proses pencairan insentif bagi petugas penunjang tersebut,” ujar H Nendi, Jumat (21/08/2020).

Ia menjelaskan untuk para petugas lain seperti perawat, dokter, tim UGD dan Isolasi sudah ada pencairan pada bulan Mei lalu dan langsung dibayarkan.

“Sedangkan, untuk para petugas jenazah, loundry, kebersihan, keamanan dan lainnya tidak langsung dibayar, ada tahapannya. Pembayaran isentif pemulasaraan jenazah Corona itu sendiri ada tarifnya berdasarkan jumlah pasien meninggal,” katanya.

Diakuinya, sementara menunggu pencairan di pusat pihak rumah sakit juga mengupayakan agar ada sumber dana sebagai dana talang pembayaran insentif petugas pemeliharaan jenazah jauh jauh hari meskipun pendapatan keuangan di rumah sakit anjlok semenjak Covid 19 mewabah di Kota Tasik.

Dirinya menyebut Wadir Keuangan hadir sebagai pilar dan mendapat instruksi dari direktur untuk menyediakan dana talang pembayaran para petugas itu.

“Insyaallah sore ini dan besok, kami akan mengadakan pertemuan dengan pihak direksi dan tim verifikasi dana insentif Covid 19 untuk membahas atau mencari solusi pencairan bagi insentif mereka. Mudah mudahan, hari Senin atau pekan depan ada hasilnya,” imbuhnya.

Ditambahkannya, pihak RSUD dr Soekardjo sangat memperhatikan haknya para petugas terlebih yang berhubungan dengan pasien Covid 19, “Namun tahapan dan regulasinya seperti itu. Kami tidak ada niatan untuk menahan atau tidak memberikan insentif mereka, hanya saja memang dari pusatnya belum turun,” ujarnya.

“Sabar saja, insyaalloh pekan depan diusahakan sudah cair. Sebelumnya sekali lagi saya sampaikan, hari ini dan besok kami akan mengadakan pertemuan untuk membahasnya,” pungkas Nendi. Asron

Berita Terkait