Ilustrasi

Nasional, Wartatasik.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi terjadinya peningkatan curah hujan di sebagian besar wilayah Indonesia. Kondisi tersebut diperkirakan akan berlangsung tiga sampai enam hari ke depan.

Sabtu (23/2), BMKG mencatat curah hujan yang tinggi ini disebabkan sirkulasi sirklonik di sekitar wilayah Sumatera.

“Faktor lainnya sebab sirkulasi yang tertutup di Kalimantan Barat dan Selat Makssar. Akibatnya, massa udara cenderung terkonsentrasi di wilayah tersebut,” ujar Deputi Bidang Meteorologi BMKG, R Mulyono R. Prabowo dalam keterangannya.

Menurutnya, kondisi udara yang relatif lembab ini turut mendukung pertumbuhan awan-awan hujan.

BMKG kemudian merilis sejumlah wilayah di Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi hingga Papua yang berpotensi mengalami hujan lebat disertai kilat dan angin kencang.

“Masyarakat di Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Jambi, Bengkulu, Bangka Belitung, dan Lampung patut wasapada dengan curah hujan yang tinggi di wilayah tersebut,” jelasnya.

Potensi hujan deras yang disertai petir dan angin kencang juga diprediksi akan terjadi di Ibu Kota. Selain DKI Jakarta, wilayah seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Yogyakarta tak luput terkena dampak aktivasi sirkulasi sirklonik di sekitar wilayah Sumatera ini.

“Peningkatan curah hujan untuk periode 23 hingga 25 Februari ini terjadi pula di wilayah Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan,” ungkapnya.

Menurut data BMKG, peningkatan curah hujan juga terjadi di sebagian besar wilayah Indonesia, termasuk Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, hingga Papua.

Menurut BMKG, hujan lebat juga terjadi untuk periode 26 hingga 28 Februari 2019. Berikut daftar wilayah yang berpotensi mengalami hujan deras disertai kilat dan angin kencang:

  • Sumatera Barat
  • Bengkulu
  • Bangka Belitung
  • Jambi
  • Kep. Riau
  • Banten
  • Jawa Barat
  • Jawa Tengah
  • Jawa Timur
  • Kalimantan Tengah
  • Kalimantan Barat
  • Kalimantan Timur
  • Kalimantan Selatan
  • Sulawesi Tengah
  • Sulawesi Barat
  • Sulawesi Selatan
  • Papua
  • Papua Barat

Dalam siaran persnya, BMKG juga mencatat potensi gelombang tinggi 2.5 hingga 4.0 meter diperkirakan terjadi di Samudera Hindia Selatan Jawa Barat hingga Jawa Timur, Perairan Bitung, Perairan Kep. Sangihe – Kep. Talaud, Perairan Utara Halmahera, Laut Halmahera, Laut Maluku bagian Utara, Perairan Raja Ampat – Sorong, Perairan Manokwari, Samudera Pasifik Utara Halmahera hingga Papua, Perairan Utara Biak, Perairan Utara Jayapura – Sarmi.

“Kami mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap dampak lanjutan yang dapat ditimbulkan seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, angin kencang, pohon tumbang, dan jalan licin,” tutupnya. kumparan | Wartatasik.com