Aksi badut anggota BGT | dok wartatasik

Kota, Wartatasik.com – Sebagaimana telah dilansir sebelumnya tentang adanya sejumlah badut karakter yang terjaring razia Dinas Satpol PP Kota Tasikmalaya yang digelar Selasa (29/01/2019) kemarin siang Komunitas Badut Galeri Tasikmalaya (BGT) menyampaikan keprihatinannya atas terjaringnya para badut.

Mendapati informasi tersebut, BGT langsung mengadakan pertemuan bersama pengurus dan anggota di Sekretariatnya yang beralamat Mancogeh, Cipedes kemarin malam.

“Kami prihatin atas Insiden penangkapan Badut karakter Upin Ipin dan Doraemon saat razia yang dilakukan Dinas Satpol PP Kota Tasikmalaya. atas nama komunitas, saya berharap Pemerintah bisa memberikan lahan kerja sebab itu sudah jadi tanggung jawabnya,” ujar Ketua BGT Mr Andika kepada Wartatasik.com, Rabu (30/01/2019).

Klik berita terkait >>> Badut ‘Upin Ipin’ di Kota Tasik Terjaring Razia Satpol PP

Mendapati informasi tersebut, BGT langsung mengadakan pertemuan bersama pengurus dan anggota di Sekretariatnya yang beralamat Mancogeh, Cipedes kemarin malam | dokpri

Pihaknya pun menyampaikan saran, kalau bisa para badut kerjasama dengan pihak mall atau tempat wisata yang ada di kota Tasikmalaya, “Insyaalloh kami akan merangkul dan berbagi pengalaman dan pemahaman menjadi Badut yang baik itu seperti apa, untuk diterima di Tasikmalaya agar kondusif,“ katanya.

Andika pun memberikan saran kepada para badut agar tidak berada di perempatan jalan atau ngamen keliling apalagi mengganggu para pengendara, “Harus bisa taati aturan yg ada, jangan melanggar Perda dan tidak melanggar ketertiban umum juga tertib tidak boleh memaksa,“ tegasnya.

Sebetulnya terang Andika, badut karakter pernah berhasil hibur masyarakat di Taman Kota, tapi setelah ada air mancur pendapatannya sepi, “Alasan itulah para badut mencari lahan baru yaitu di tiap dipersimpangan lampu merah,“ pungkasnya. Asron