Massa aksi dari IMM menggelar aksi ke DPRD Kota Tasik | Awen

Kota, Wartatasik.com – Selasa (30/10/2018) atau tepatnya tadi pagi, sekitar 60 orang yang mengatasnamakan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Tasikmalaya Raya menggelar aksi ke gedung DPRD Kota Tasikmalaya.

Ketua aksi E Nurfahmi Sidiq mengatakan maksud dan tujuannya ke gedung dewan ingin bertemu dengan para wakil rakyat untuk menyampaikan apa yang menjadi temuan pihaknya.

Ketua IMM E Nurfahmi (kemeja dalam hijau), didampingi Bayu Febrian (paling kiri)

“Salah-satunya terhadap pelayanan yang ada di Rumah Sakit dr. Soekardjo baik dari segi pelayanan kesehatan, perparkiran yang semerawut maupun yang lainnya,” katanya kepada wartatasik.com disela aksi.

Dia pun menuntut kepada pimpinan daerah supaya ada keberpihakan terhadap masyarakat secara menyuluruh, “Jangan seperti saat ini, ada ketidakberpihakan pemerintah dengan masyarakat,” tandasnya.

Massa aksi berhasil menduduki ruang paripurna DPRD Kota Tasik | Awen

Sementara itu, Korlap aksi Bayu Febrian menyatakan aksinya tersebut semula akan mengadakan juga ke bale kota, “Namun, sehubungan adanya tes CPNS disana, jadinya aksi kami langsungkan kesini,” ungkapnya.

Berdasarkan pantauan media Online Wartatasik.com massa aksi melakukan sholat dzuhur berjama’ah di halaman parkir DPRD.  Sesudah melaksanakan sholat berjama’ah mahasiswa merangsek ke ruang rapat paripurna dan sempat sedikit ada penghadangan dari Satpol PP, tetapi tidak berlangsung lama akhirnya massa menduduki Ruang Paripurna.

Massa aksi menggelar Sholat Dhuhur berjamaah di area parkir DPRD Kota Tasik | awen

Pada kesempatan itu, situasi sempat memanas ketika massa aksi juga menggiring pihak keamanan Satuan Dalmas, Pol PP dan pihak TNI untuk keluar dari ruang tersebut dan hanya dari satuan Pamdal Sekretariat DPRD yang berhak menjaga di ruang paripurna.

Aksi pun terus berlanjut dengan membacakan maklumatnya dan dari pihak DPRD hanya bisa di Wakili Sekwan H. Oslan dan kabag Persidangan Dian. Usai dibacakannya maklumat, salah satu dari peserta aksi menutup sidang tersebut dan massa meninggalkan ruang paripurna menuju Tugu Adipura untuk melakukan orasi.

Karena tidak ada seorang pun anggota Dewan yang menerima massa aksi, mereka mengancam akan kembali lagi dengan jumlah yang lebih banyak lagi, “Terus terang kami sangat kecewa tidak adanya wakil rakyat yang katanya semua pada melaksanakan dinas luar,” pungkas Korlap. Awen

Facebook Comments