Terkait Pelarangan Ikut Karnaval TOF, PDT Gruduk Kantor Wali Kota Tasikmalaya | Suslia

Kota, Wartatasik.com – Meski hanya enam orang, tapi aksi demo yang menyebut dirinya perwakilan masyarakat dari  Paguyuban Dinas Terkait (PDT) menyita perhatian publik.

Dalam aksinya di Bale Kota Tasikmalaya itu, aksi PDT membawa keranda mayat dan payung hitam seperti sedang nuansa berkabung dengan tulisan minor ‘Bersihkan Kota Santri Dari Korupsi’.

Selain itu, para pendemo ini juga melakukan lempar jumroh dengan tomat dan diarahkan ke anggota Satpol PP yang menjaga ketat akses pintu utama kantor Wali Kota Tasikmalaya Budi Budiman.

Saat berorasi, Koordinator Lapangan (Korlap) Saiful Malik mempertanyakan pelarangan ikut serta Helaran atau karnaval Gebyar Payung Geulis dalam opening Tasikmalaya Oktober Festival  (TOF).

“TOF itu bukan hanya milik pejabat tapi masyarakat pun harus menikmati dan merasakannya,  sedangkan kreativitas kami dihadang aparat Kepolisian dan Satpol PP,” tegasnya, Selasa (15/10/2019).

Adapun terkait insiden pelarangan, secara garis besar PDT menunggu permintaan maaf dari Wali Kota Tasikmalaya.

Korlap pun berpesan untuk masyarakat ketika terjadi korupsi harap saling mengingatkan.

“Karena korupsi adalah musuh besar kita bersama, walaupun ini tidak ditujukan kepada siapapun dan jangan sampai ada korupsi,” tandasnya. Suslia.