Terciduk Adegan Tak Senonoh di Kota Santri, Iwok: Dadaha Jangan Jadi Taman Dada dan Olah Paha

 8,377 total views,  8 views today

Meski siang hari banyak orang yang sedang berolahraga (jogging) di area Sport Center, tapi beberapa pasangan remaja yang disinyalir bukan muhrim terciduk melakukan adegan tak senonoh. | Ist.

Kota, Wartatasik.com – Ada pemandangan yang tak elok pasca Tasikmalaya Oktober Festival (TOF) di area Taman Dadaha kemarin, Jumat (18/10/2019).

Meski siang hari banyak orang yang sedang berolahraga (jogging) di area Sport Center, tapi beberapa pasangan remaja yang disinyalir bukan muhrim terciduk melakukan adegan tak senonoh.

Ya, tanpa rasa malu sejumlah pasangan remaja tersebut berdekatan bahkan sampai beradegan ciuman ditempat publik.

Menyikapi itu, Ketua Harian Sipatutat Iwan Supriadi (Iwok) menyayangkan kejadian tak terpuji tersebut.

“Kalau merujuk pada julukan Tasik Kota Santri yang notabene punya Perda Tata Nilai menjadi tamparan keras bagi Pemerintahan Kota (Pemkot) Tasikmalaya,” tegasnya.

Menurut Iwok, kejadian itu mencoreng nama baik julukan santri, ketika ada anak remaja melakukan perbuatan yang tidak wajar dengan adegan kurang senonoh di depan publik.

Butuh keseriusan pihak pemerintah dalam penataan, pengelolaan dan pengawasan. Sebab jangan sampai kejadian memalukan itu kembali terus berulang.

“Kami berharap jangan sampai Taman Dadaha menjadi Taman Dada dan Olah Paha,” pungkasnya.

Sementara itu, dihubungi via sambungan seluler, Kepala UPTD Dadaha Gumilang Herdis Kiswa, S.I.KOM., mengaku pihaknya rutin menggelar patroli setiap malam dengan melibatkan petugas kepolisian.

“Dengan keterbatasan petugas keamanan yang jumlahnya hanya tujuh orang dan 1×24 jam di plot 2 petugas satu orang khusus di gedung kesenian, makanya kami sering kecolongan terlebih d siang hari,” katanya kepada wartatasik.com, Minggu (19/10/2019).

Untuk itu lanjut Gumilang, pihaknya sangat mengharapkan agar area Dadaha dipasang CCTV lengkap dengan speaker agar dapat memantau dan memonitor pengunjung yang akan berlaku senonoh d Dadaha.

Dalam kesempatan ini tambahnya, atas nama pribadi dan instansi Ia menyampaikan maaf kepada masyarakat atas kejadian tersebut, “Bukannya kami tidak ada upaya dalam menjaga dan menertibkan dari segala tindakan pengunjung yang tidak bertanggungjawab,” ujarnya.

“Kami selalu berusaha melakukan yang terbaik untuk membenahi dari segala aspek. Dan Kami mengajak kepada seluruh pihak dan lapisan masyarakat agar dapat berperan aktif menjaga keamanan, kebersihan juga turut menegur jika ada hal-hal yang melanggar norma kesusilaan,” pungkasnya.¬†Redi

Related posts