Melalui Sejuta Biopor di Kota Santri ini Ryan berharap wariskan mata air bukan air mata | dokpri

Kota, Wartatasik.com – Dihdapan kader Posyandu Puskesmas Cigeureung, Kec. Cipedes, pemerhati lingkungan dan ahli dibidang biopori, Ryan Yanuar menyampaikan penyuluhan tentang banyaknya manfaat pemasangan lubang resapan air (biopori) tersebut.

Ia mengatakan usai penyuluhan, Ryan Cardio (sapaan akrabnya) mengatakan bahwa dengan banyaknya genangan air, penumpukkan sampah, kekeringan menjadikan keprihatinannya dalam menyosialisasikan betapa pentingnya merawat keberadaan air yang bersih, “Kita lestarikan mata air jangan wariskan air mata untuk penerus kita,” ujarnya kepada Wartatasik.com, Sabtu (16/02/2019).

Dalam penyuluhan terhadap masyarakat, dirinya selalu menyampaikan itu dan ia pun merasa miris dengan keadaan seperti itu, “Terlebih kebanyakan saat ini banyak jalan-jalan gang ditutup aspal ataupun di cor,” sesalnya.

Ryan Cardio dalam menyampaikan penyuluhan dihadapan kader Posyandu Puskesmas Cigeureung | Suslia

Rian menyatakan dengan pembangunan yang ‘salah-kaprah’ itu menjadi penyebab tidak akan adanya resapan air dan tentunya akan menyebabkan dalam jangka menengah-panjang masyarakat sendiri merasakan susahnya mendapatkan air bersih.

“Satu-satunya membuat resapan air bagi lingkungan yang terlanjur di aspal dan di cor adalaha membuat resapan dengan di buatkan lubang biopori,” katanya.

Dirinya sangat menghimbau kepada para kader-kader yang berada di Puskesmas-puskesmas agar mengimplementaikan atau melestarikan khususnya dilingkungan sendiri dulu, “Bahwa saya itu menjadi virus positif untuk lingkungqn sekitar dengan pemasangan biopori,” imbuhnya

Tidak hanya itu, Ia pun menghimbau kepada masyarakat umum agar membuang sampah pada tempatnya, pandai-pandai memilih dan memilah sampah rumah yang bisa dijadikan pupuk organik juga dimanfaatkan untuk tanaman.

“Jika berkaitan dengan air, tentunya jika pembuangan sampah tidak pada tempatnya, seperti kesaluran air tentunya akan mencemari air. Satu lagi, mengenai cadangan air didalam tanah dikarenakan ya tadi, tidak adanya resapan air dan solusinya adalah membuat lubang biopori,” katanya.

Pihaknya berharap kepada pemangku kebijakan khususnya wali kota dengan mengadakan gerakan serentak 1 juta Biopori di Kota Santri. Untuk edukasi bagi pelajar, lanjutnya pemasangan biopori dapat disaksikan oleh siswa-siswa SD SMP SMA.

“Supaya setiap orang menyadari manfaat biopori. Ada cara membuang sampah organik yang tepat adalah dengan memasukan ke lubang biopori karena satu selongsong bisa menampung sampah organik hingga 5 kilo,” pungkasnya. Suslia