Mantan Napi Israel Hadiri Bikers Subuhan

 575 total views,  2 views today

Subuhan kali ini dirasa sangat istimewa, pasalnya dihadiri oleh Mantan Napi Israel | Awen

Kota, Wartatasik.com – Ada yang berbeda dan spesial bagi komunitas Bikers Subuhan. Pasalnya pada minggu ke-53 yang diselenggarakan di Masjid Al Mahmud jalan Rahayu II Sukahurip Kec. Tamansari menjadi tempat yang sangat beruntung bisa dihadiri syeh dari Palestina.

Penerjemah dan sekaligus ketua Aman Palestin Bandung Ustad Miftahudin mengatakan bahwa pihaknya yang di Bandung dan bekerjasama dengan Bikers Subuhan Tasikmalaya dan sengaja mendatangkan seorang Syeh Doktor Tairin Hamda Sulaeman dengan kebangsaan Turki sekarang ini, tapi dilahirkan dan besar di Palestina.

“Tairin beserta warga Palestina juga mendapatkan perlakuan yang keji dari bangsa Israel, tapi Tairin beserta warga palestina tidak pernah menyerah walupun mendapatkan intimidasi terus menerus kepada Palestina,” paparnya, Sabtu (08/12/2018) kemarin Subuh.

Miftahudin menyampaikan terimakasihnya kepada Bikers Subuhan Tasikmalaya sebagai komunitas pejuang subuh, “Dan mudah-mudahan BS Tasik ini akan saya jadikan tolak ukur Bikers Subuhan lainnya termasuk Bandung yang selanjutnya akan kami singgahi,” ucapnya.

Tidak lupa Ia menyampaikan terimakasih atas donasi BS Tasik untuk pembangunan masjid di Palestina, “Mudah-mudahan anggotanya tambah banyak lagi dan istiqomah,” punngkasnya

Dalam kesempatan itu, Tairin menceritakan kisah hidupnya, Ia dimasukan penjara oleh tentara Israel, “Selama 20 tahun saya ada didalam penjara Israel, tapi saya  melakukan hal-hal agar bisa terus belajar dengan berbagai cara dalam mendapatkan buku-buku penunjang dalam belajar (keagamaan dengan sampul lain),” ucapnya.

“Dengan cara seperti ini kami (warga Palestina) selama ada dalam penjara dan ada dalam tekanan tentara israel terus belajar sampai kami mendirikan perguruan tinggi didalam penjara dan gelar yang didapatkannya tersebut juga didapatkan di dalam sel israel,” tambahnya.

Tairin banyak menceritakan kisah perjuangannya dengan warga palestina lainnya untuk melawan tentara Israel bukan saja pakai batu, “Tapi kami juga menggunakan senapan yang sudah dimodivikasi  dan senjata tajam,” ujarnya. Awen

Related posts