Miris, lolos dari perhatian salah satu masjid di daerah Ciponyo Desa Linggarjati Kecamatan Sukaratu berpotensi terbawa arus sungai, pasalnya masjid tersebut berada di saluran sungai Cibanjaran | Redi

Kabupaten, Wartatasik.com – Miris, lolos dari perhatian salah satu masjid di daerah Ciponyo Desa Linggarjati Kecamatan Sukaratu berpotensi terbawa arus sungai, pasalnya masjid tersebut berada di saluran sungai Cibanjaran.

Menurut warga setempat H. Ade (47) mengatakan, jika dibiarkan akan membahayakan masyarakat, apalagi dimusim penghujan ini, intensitas debit air akan meningkat.

“Saya harap situasi ini dapat ditanggapi serius oleh BPSDA Ciwulan Cilaki,” ujarnya kepada Wartatasik.com, Sabtu (09/03/2019).

Dikatakan Ade, posisi masjid itu dulunya sangat jauh dari bantaran sungai, tapi saat ada pengalihan sungai oleh BPSDA Ciwulan Cilaki, malah berdampak buruk bagi keselamatan warga setempat, “Ini akibat dari pengalihan sungai, dari dulu juga tidak pernah terjadi kebanjiran,” katanya.

Ade yang lahannya ikut terkena banjir ini lantas menuturkan, guna menahan luapan air, warga sempat meminta bantuan 400 beronjong, tapi hanya dikirim 100 beronjong.

“Kami sangat dirugikan, sudah puluhan kolam ikan warga yang terendam luapan air sungai,” paparnya.

Idealnya tambah Ade, untuk mengatasi kondisi ini, harus segera dibangun kirmir sehingga bisa menahan tekanan luapan air ke tanah sekitar sungai.

“Kami sedih, waktu kemarin hujan, air masuk masjid sampai 5cm. Jika dibiarkan terus, dikhawatirkan akan meluber hingga ke permukiman warga,” imbuhnya.

Ia menuntut pihak BPSDA Ciwulan Cilaki harus bertanggung jawab, sebab jika terus begini tanpa tanggapan serius, tak menutup kemungkinan akan terjadi hal yang tidak diinginkan. Redi.