Peletakan batu pertama dilakukan oleh Kapolres Tasikmalaya | dokpri

Kabupaten, Wartatasik.com – Impian Mak Uju (73) janda tua asal Kampung Babakan Nangka Rt 01/08 Desa Cilampung Hilir, Kecamatan Padakembang akhirnya terwujud.

Pasalnya, setelah lama menunggu, rumahnya reot yang tak layak huni diperbaiki lewat program rutilahu (rumah tidak layak huni,red) Polres Tasikmalaya.

Program tersebut masih dalam rangkaian HUT Bhayangkara ke 73 yang bekerjasama dengan PT Buana Kassiti sebagai donatur program rutilahu tersebut.

Kapolres Tasikmalaya, AKBP Dony Eka Putra di damping Wakapolres dan direktur Utama PT Kassiti serta jajaran polres Tasikmalaya meletakan batu pertama pembangunan rumah tersebut.

Kapolres Tasikmalaya, AKBP Dony Eka Putra merasa beryukur beberapa program sukses terlaksana dalam rangka Hari Bhayangkara tahun ini diantaranya Bakti Kesehatan, Religi dan yang ini Bakti sosial.

Menurut Dony, Mak Uju memang layak mendapat bantuan, karena saat ini rumah yang ia tinggali sudah tak layak huni.

“Jangan-jangan kalau ada hujan besar atau angin kencang bisa roboh menimpa orangnya,” ujarnya, Selasa (09/07/2019).

Terang Dony, bukan hanya bedah rumah mak Uju saja, sebab Kapolres juga memberikan langsung kunci rumah milik penderita lumpuh di Mangunreja yang sebelumnya dibedah oleh Polres Tasikmalaya.

Sementara itu, Direktur Utama PT. Buana Kassiti, Mursidi, kepada media, mengatakan bahwa acara ini sangat mendadak dan tidak ada persiapan dari awal.

Adapun pertemuan dengan Kapolres hari Jumat lalu hingga sekarang langsung dikerjakan, makanya mengenai pembiayaan dan gambar desain belum terinci dengan jelas,

“Alhamdulilah kita semua sudah siap dengan pengerjaannya. Tapi Insyaalloh kita siap untuk menyelesaikannya, membiayai bedah rumah ini dengan menganggarkan dari dana CSR,” ungkapnya.

Ditempat sama, Mak Uju yang tinggal sebatang kara setelah ditinggal wafat suaminya beberapa tahun lalu mengungkapkan rasa syukurnya atas perbaikan rumahnya tersebut.

Ia ucapkan terimaksihnya kepada Polres Tasikmalaya besertae jajarannya yang sudah membedah rumahnya.

“Kalau Emak membetulkan rumah sendiri mau dari mana uangnya? makan berikut keperluan sehari hari juga ema mengharapkan dari sudara dekat bahkan dari tetangga,” tutupnya luruh. Blade.