
Kabupaten, Wartatasik.com – Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya terus mematangkan langkah nyata dalam mewujudkan visi dan misi “Tasik Hejo”.
Salah satu upaya strategis yang ditempuh adalah memperkuat sinergi dengan Dinas Kehutanan (Dishut) Provinsi Jawa Barat untuk mengoptimalkan lahan produktif melalui sistem agroforestri.
Bupati Tasikmalaya, H. Cecep Nurul Yakin, menegaskan bahwa ke depan, lahan-lahan kosong di wilayah Kabupaten Tasikmalaya akan diprioritaskan untuk ditanami tumbuhan yang memiliki nilai ekologi sekaligus nilai ekonomi tinggi.
“Sesuai dengan visi dan misi ‘Tasik Hejo’, lahan-lahan yang kosong akan kita tanami dengan sistem agroforestri. Kita berikhtiar nantinya akan menanam pohon seperti durian, alpukat, dan jenis lainnya,” ujar Cecep Nurul Yakin melalui unggahan di media sosial pribadinya.
Pemilihan jenis pohon buah-buahan ini bukan tanpa alasan. Menurutnya, konsep agroforestri ini bertujuan agar masyarakat tidak sekadar menanam pohon kayu yang setelah besar ditebang, melainkan menanam pohon pelindung yang manfaatnya bisa dirasakan secara berkelanjutan melalui hasil buahnya.
“Ini adalah pohon yang tidak boleh ditebang, melainkan bisa terus dirasakan manfaat buahnya oleh masyarakat,” tambahnya.
Lebih lanjut, Cecep juga melemparkan sinyal bantuan bibit bagi masyarakat yang siap mengelola lahan mereka. Langkah ini diharapkan dapat menjaga serapan air dan keasrian lingkungan di Tasikmalaya tanpa mengesampingkan kesejahteraan petani.
Sistem agroforestri sendiri merupakan metode budidaya tanaman kehutanan yang dikombinasikan dengan tanaman pertanian atau perkebunan, sehingga fungsi hutan tetap terjaga namun lahan tetap memberikan penghasilan rutin bagi warga. EQi
“Bagaimana pendapat Anda mengenai program Tasik Hejo ini? Tulis di kolom komentar!”
