Implementasikan Tri Darma, STIKes BTH Berikan Penyuluhan Kader di Puskesmas Mangkubumi

12,846 kali dilihat, 6 kali dilihat hari ini

Penyuluhan ini implementasi Tri Darma STIKes BTH | Blade

Kota, Wartatasik.com – Sebagai implementasikan Tri Darma, Perguruan STIKes BTH menggelar penyuluhan terkait penyakit menular kepada para kader kesehatan Puskesmas Mangkubumi, Jumat (24/01/2020).

Kepala Puskesmas Mangkubumi
H Arip Prianto mengatakan, acara ini wujud pengabdian dari dosen STIKes BTH kepada masyarakat untuk mengamalkan Tri Darma yang dimilikinya salah satunya pengabdian terhadap masyarakat.

Lanjut Arip, ini bentuk pengabdian mereka (dosen) terhadap masyarakat dan memang di fokuskan di Kelurahan Karikil, tapi dosen pun peduli untuk memberikan penyuluhan kesehatan ke kader.

Puskesmas Mangkubumi bekerjasama dengan pihak STIKes BTH melalui MoU untuk meningkatkan kesehatan yang ada di Kecamatan Mangkubumi, terutama STIKes BTH ini konsen masalah penyakit TB, Stunting dan DBD.

“Sekarang ini acaranya merefresh pengetahuan kader terkait dengan bagaimana pencegahan penyakit tersebut juga pencegahannya,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua STIKes BTH Enok Nurliawati menyebut, kegiatannya ini
adalah pengabdian dosen kepada masyarakat sebagai salah satu implementasi Tri Darma perguruan tinggi STIKes BTH.

“Alhamdulillah di tahun sekarang kita sudah kerjasama dengan Puskesmas Mangkubumi. Ini cuma Mangkubumi saja, itupun cuma satu yaitu di Kelurahan Karikil,” ucapnya.

Tambah Enok, penyuluhan saat ini dari Prodi Keperawatan adalah penyegaran kader agar refreshing memberikan informasi atau materi, terkait apa yang harus dipahami dan dikuasai oleh kader, sehingga bisa menginformasikan lagi ke masyarakat.

“Untuk rencana kedepannya, STIKes BTH mengelola satu wilayah dulu, diharapkan juga karena ini kerjasama dengan puskesmas, kalau satu wilayah sudah mandiri, kita bisa pindah ke yang lainnya,” tuturnya.

Untuk pemilihan tempat, Enok mengaku selalu koordinasi denhan Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, kemudian ditunjuklah Mangkubumi, karen memang masalah kesehatannya cukup banyak.

“Masalahnya banyak seperti prilaku hidup sehat, angka kematian ibu masih ditemukan, angka gizi buruk untuk balita juga masih ada. Bahkan untuk gangguan jiwa pun di temukan di Kecamatan Mangkubumi,” tandasnya. Blade.

Related posts