Ketua DPRD Kota Tasik Hadiri Haul Muassis ke-58 Ponpes Bahrul Ulum KH. Bustomi

Ketua DPRD Kota Tasik Hadiri Haul Muassis ke-58 Ponpes Bahrul Ulum KH. Bustomi | dok DPRD

Kota, Wartatasik.com – Ketua DPRD Kota Tasikmalaya, H. Aslim, S.H., M.Si., bersama Wakil Ketua DPRD, H. Wahid, S.Pd., menghadiri peringatan Haul Muassis (pendiri) ke-58 dan Silaturahmi Alumni Pondok Pesantren Bahrul Ulum KH. Bustomi, Awipari, pada Minggu (29/03/2026).

​Kehadiran dua pucuk pimpinan legislatif tersebut menjadi simbol penghormatan pemerintah daerah terhadap kontribusi besar pesantren dalam pembangunan karakter dan pendidikan di Kota Tasikmalaya.

H. Aslim menyampaikan bahwa peringatan haul bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum penting untuk merefleksikan nilai-nilai perjuangan yang telah diletakkan oleh almarhum KH. Bustomi.

​”Kehadiran kami di sini adalah bentuk takzim kepada para ulama. Ponpes Bahrul Ulum telah melahirkan banyak tokoh yang berkontribusi bagi masyarakat. Nilai-nilai istiqomah dari KH. Bustomi harus terus kita teladani dalam membangun Kota Tasikmalaya yang religius dan madani,” ujar H. Aslim.

​Senada dengan Ketua DPRD, H. Wahid, S.Pd. menekankan pentingnya peran alumni pesantren dalam menjaga harmoni di tengah masyarakat. Menurutnya, kuatnya ikatan silaturahmi antar alumni merupakan aset berharga bagi daerah.

​”Melihat ribuan alumni yang hadir hari ini, kita bisa melihat betapa kuatnya akar pendidikan pesantren. Kami berharap para alumni terus bersinergi dengan pemerintah untuk memberikan solusi atas berbagai tantangan sosial yang ada,” tutur H. Wahid.

​Acara yang berlangsung khidmat tersebut diisi dengan pembacaan doa bersama, solawat, dan mauidzah hasanah. Pihak keluarga besar pesantren menyampaikan apresiasi atas kehadiran pimpinan DPRD yang dinilai sebagai bentuk kepedulian nyata terhadap eksistensi lembaga pendidikan keagamaan.

Kegiatan ini ditutup dengan ramah tamah bersama jajaran pengasuh pesantren dan tokoh masyarakat setempat. Diharapkan melalui Haul ke-58 ini, semangat dakwah dan pendidikan yang diwariskan KH. Bustomi tetap terjaga melintasi generasi. Asron

Berita Terkait