
Sentuhan Humanis Disdik Kota Tasikmalaya Berikan Kursi Roda untuk Malik, Pastikan Hak Pendidikan Terpenuhi tanpa Diskriminasi…
Kota, Wartatasik.com – Usai sempat menjadi perbincangan publik terkait kendala pendaftaran sekolah, nasib Muhamad Malik (7), bocah asal Kp. Sindanggalih, Kelurahan Kahuripan, Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya, kini berujung manis.
Siswa kelas 1C SDN Sindanggalih tersebut resmi menerima bantuan kursi roda dari Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Tasikmalaya, yang diserahkan langsung oleh Kadisdik Rojab Riswan Taufik.
Sebelumnya, sebagaimana dilansir Wartatasik.com, Malik yang merupakan anak dari pasangan Nana Supriatna dan Ariana Kurniati sempat terancam gagal masuk ke sekolah negeri terdekat.
Saat mendaftar ke SDN Sindanggalih, pihak panitia seleksi sempat menyarankan Malik untuk masuk ke Sekolah Luar Biasa (SLB) lantaran kendala mobilitas fisik akibat riwayat kekurangan gizi.
Saran tersebut sempat memicu kesedihan mendalam bagi sang ibu, Ariana, yang meyakinkan bahwa Malik tidak memiliki keterbelakangan mental maupun kognitif.
Berdasarkan pemeriksaan medis, Malik tumbuh normal, komunikatif, serta sudah mahir membaca dan menulis sejak lulus PAUD.
Merespons polemik tersebut, Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya langsung bergerak cepat memastikan hak pendidikan Malik terpenuhi dengan menempatkannya di SDN Sindanggalih, sekaligus menyerahkan bantuan alat bantu mobilitas.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya, Rojab Riswan Taufik, menegaskan bahwa setiap anak memiliki hak yang sama untuk mengenyam pendidikan yang layak di sekolah formal tanpa diskriminasi.
“Kami pastikan pendidikan menjadi hak seluruh anak. Kehadiran kami di sini untuk memberikan dukungan sesuai kebutuhan agar setiap anak bisa mengikuti proses pembelajaran dengan baik dan nyaman,” ujar Rojab saat menyerahkan bantuan, Selasa (28/7/2026).
Rojab menjelaskan, bantuan kursi roda ini terwujud berkat sinergi dan koordinasi cepat antara Disdik dan Dinas Sosial (Dinsos) Kota Tasikmalaya agar alat bantu yang diberikan sesuai dengan postur tubuh anak.
“Sebetulnya di Disdik ada stok kursi roda, tapi peruntukannya untuk orang dewasa. Alhamdulillah, berkat bantuan dan sinergi dengan Dinsos, kebutuhan kursi roda yang pas untuk ukuran Malik akhirnya dapat terpenuhi dengan tepat sasaran,” ungkapnya.
Di tempat yang sama, Winarni, Wali Kelas 1C SDN Sindanggalih, mengaminkan bahwa secara kognitif Malik tidak memiliki hambatan sedikit pun dalam mengikuti materi pelajaran di kelas.
“Secara akademik selama dua minggu pembelajaran ini, Malik sama seperti teman-temannya, tidak ada hambatan sama sekali. Hanya memang terkendala dari sisi pertumbuhan fisik untuk mobilitasnya,” terang Winarni.
Rasa haru dan syukur tak terhingga pun dipanjatkan oleh ibunda Malik, Ariana Kurniati. Perjuangannya agar sang buah hati bisa mengenyam pendidikan reguler akhirnya terbayar tuntas dengan adanya perhatian penuh dari pemerintah daerah.
“Alhamdulillah, kami sangat berterima kasih atas perhatian dan bantuan ini. Kursi roda ini sangat bermanfaat bagi Malik dan keluarga kami. Mudah-mudahan Malik makin semangat sekolah dan bisa meraih cita-citanya,” tutur Ariana penuh haru. Asron
