Dalam rangka harlah ke 2, Manasix (Mantan Narapidana Tasik) menggelar tablig akbar pentas musik dan seni budaya sunda di Gedung Kesenian Komplek Dadaha, Minggu (01/12/2019) | Suslia

Kota, Wartatasik.com – Dalam rangka harlah ke 2, Manasix (Mantan Narapidana Tasik) menggelar tablig akbar pentas musik dan seni budaya sunda di Gedung Kesenian Komplek Dadaha, Minggu (01/12/2019).

Wakil Wali Kota (Wawali) Muhammad Yusuf Efendi mengapresiasi kegiatan Manasix di milangkalanya ke-2, sebab kegiatannya itu adalah kolaborasi antara komunitas dan forum forum lain.

Wawali berharap, Manasix terus berkiprah dan terpenting adalah mengabdikan diri terhadap masyarakat sehingga program pemerintah terbantu.

“Aktifitas ini sangat positif dan mudah mudahan kedepannya Manasix jauh lebih baik lagi,” harapnya.

Wakil Wali Kota Tasikmalaya H M Yusuf saat memberikan sambutannya dalam harlah Manasix | Suslia

Ditempat sama, Ketua Manasix Asep Ugar ingin komunitasnya itu bukan hanya hijrah tetapi menyelamatkan genersi muda yang tangguh dan sehat islami dan dengan penuh karya.

Sebab itu terang Asep, maka timbal baliknya menjadikan Kota Tasikmalaya yang kondusif, apalagi kota ini sekarang sudah membaik dari mengurangi narkoba.

“Harlah yang kedua ini adalah ‘Manasix Day’ dan hari ini adalah punyanya Manasix,” ungkapnya.

Asep menyebut, dengan mengundang beberapa komunitas motor dan lainnya, meski berbeda-beda tapi ‘teu pasea’ (tidak bertengkar).

“Ciptakan tasik kondusif, kembalikan kultur tasik Islami, kultur tasik yang resik,” paparnya.

Saat berkarya Manasix tanpa bantuan dari pemerintah dan murni usaha sendiri sambung Asep. Kegiatan harlah ke 2 ini, Manasix mengambil beberapa kesenian budaya sunda, karena Asep mengaku sedang memperdalam pasundaan.

“Yang tampil sekarang pun bukan hanya ada di Kota Tasik, melainkan dari Garut Kabupaten dan lainnya,” pungkasnya. Suslia

Loading...