Dalam Musrenbang Dinas, Disnaker Kota Tasik Rencanakan Pembangunan BLK

16,257 kali dilihat, 12 kali dilihat hari ini

Rahmat Mahmuda saat memberikan sambutan Musrenbang sektoral Disnaker Kota Tasikmalaya | Susiia

Kota, Wartatasik.com – Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) sektoral Dinas Tenaga Kerja Kota Tasikmalaya di gelar di RM Baraya Sunda, jalan BKR, Senin (24/02/2020).

Kepala Disnaker Rachmat Mahmuda, SE., MM., mengatakan, terkait musrenbang ini dirinya mengapreseasi para stakeholder Disnaker mengusulkan anggaran dan disampaikan ke tiap OPD, termasuk program kegiatan yang menyangkut ketengakerjaan, juga menyangkut tentang keinginan aturan, kebijakan dan lainnnya.

Rachmat menambahkan, untuk program pemerintah Wirausaha Baru sudah menjadi janji politik Wali Kota dan  selama 5 tahun ada 1000 orang pertahun dalam rangka mengurangi penganguran yang diharapakn minimal satu keluarga bisa menyerap tenaga kerja.

“Tahun kemarin ada 100 orang pertahun atau 500 per lima tahunnya,” paparnya.

Menurut Rachmat, secara global untuk terobosan baru Disnaker adalah pelatihan berbasis wirausaha, dan membuka job fair mini yang rata rata usia produktif di tiap bulannya dan padat karya serta keluar negeri. Sedangkan data yang ada Disnaker yang keluar negeri ada 90 orang.

Musrenbang Sektoral Disnaker Kota Tasikmalaya | Suslia

Akan tetapi terangnya, animo masyarakat cukup tinggi dan yang jadi kendala adalah bahasa, maka disnaker dengan BI tahun ini melakasanakan khusus bahasa Jepang dan sedang dijajaki bahasa Jerman sehingga otomatis ke Eropa.

“Semoga bisa masuk juga ke Eropa khususnya warga dari Kota Tasikmalaya sekitar 30 orang minimal bisa masuk, karena Jerman membutuhkan sekitar sampai 2000 an orang lebih,” bebernya.

Selain itu, Rachmat menyebut, pengangguran di Tasikmalaya mengalami penurunan yang cukup tinggi di tahun kemarin yaitu sekitar 6,85 persen menjadi 6,75 persen. Disnaker juga mengusulkan untuk di tahun 2021 mempunyai Balai Latihan Kerja (BLK) yang berlokasi di Tamansari seluas 5 hektar dan izinnya sedang diproses oleh dinas PUPR.

“Kalaupun tidak diserahkan ke kota, maka kita akan bangun sendiri, dan disnaker akan jalan terus, karena banyak permintaan dari luar negeri seperti dari Jepang sekitar 100 orang dan hanya bisa dipenuhi 30 orang, sebab kendalanya adalah ketrempilan,” ucapnya. Suslia

Related posts